Selama Pandemi, Penjualan Sex Toys di Indonesia Turun Drastis

Rabu, 17 Februari 2021 22:55

ILUSTRASI. (int)

FAJAR.CO.ID — Digadang-gadang penjualannya ramai di tengah pandemi Covid-19, nyatanya penjualan seksual gadget atau yang lebih fasih dikenal sebagai sex toys mengalami penurunan.

Dari yang awalnya cash on delivery (COD) di sana-sini, menjadi sepi peminat. Hal ini diakui oleh salah satu penjual sex toys di Denpasar Barat, yang tak berkenan disebutkan namanya.

Dia menyebutkan, sebelum pandemi Covid-19 barang dagangannya bisa laku hingga Rp50 juta dalam sebulan. Namun semenjak Covid-19 mewabah, dia hanya mampu mengantongi kotornya sebesar Rp4 juta sebulan atau terjual hanya 15 item.

“Selama pandemi Covid-19 ini penjualan lagi menurun drastis, di Bali maupun di Jakarta. Mau bagaimana lagi kondisi seperti ini syukuri saja,” ujarnya, Senin (15/2/2021).

Menurutnya, adanya penurunan wisatawan domestik dan mancanegara ke Bali, menjadi penyebab utama sepinya pembeli. Terutama bagi dagangannya yang laku terjual oleh kalangan turis. “Yang beli kebanyakan bule, dari luar, mereka senang kalau di Bali itu ada toko seperti ini. Karena Covid-19 wisatawan domestik maupun mancanegara tidak ada, jadi sekarang saya mengandalkan lokal saja dulu. Itupun jarang, kalaupun ada biasanya lokal yang pasangannya bule,” ungkapnya.

Ketika ditanya mayoritas pembeli laki-laki atau perempuan, dia pun tanpa ragu menjawab perempuan. “Kebanyakan yang beli perempuan. Peminatnya dewasa semua, rata-rata 40-an. Yang masih muda ada, cuman untuk kado, untuk becandaan sama teman-teman saja. Kalau anak kecil yang datang sudah pasti saya nggak kasih (dilarang, Red),” jelasnya.

Komentar