Tifatul Sembiring: Hehehe Mas Fadjroel Ngajari Kita-kita Cara Kritik Pemerintah

Rabu, 17 Februari 2021 11:29

Tifatul Sembiring (Istimewa)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Menkominfo periode SBY-Boediono, Tifatul Sembiring, menanggapi pernyataan Juru Bicara Presiden Jokowi Fadjroel Rachman. Tifatul menyindir Fadjroel dengan kata bebal.

“Hehehe Mas Fadjroel ngajari kita-kita cara kritik pemerintah. Gini ya, biar nggak bebal, pertanyaan Pak JK itu kalimat tanya retoris, jawabannya ada dalam kalimat itu. Eh, malah dijawab,” ungkap Tifatul Sembiring melalui akun Twitter @@tifsembiring, Rabu (17/2).

Tifatul Sembiring merupakan politikus PKS yang pernah menjabat sebagai Menteri Komunikasi dan Informatika pada periode 2009–2014 atau periode kedua Presiden SBY.

Sebelumnya, Tifatul Sembiring juga merupakan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menggantikan Hidayat Nur Wahid.

Seperti diketahui, Juru Bicara Presiden, Fadjroel Rachman, menjawab pertanyaan mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla soal bagaimana cara mengkritik pemerintah agar tidak dipanggil polisi.

“Kita bikin literasi legalnya. Lihat UUD 1945, tolong pelajari UU ITE, tolong pelajari UU menyatakan pendapat di depan umum, kalau turun ke jalan,” kata Fadjroel di acara salah satu media televisi, Senin (15/2).

Kemudian, lanjut Fadjroel, yang perlu diperhatikan lagi adalah pasal 45 UU ITE. Yaitu tidak melanggar kesusilaan, tidak menghina, mencemarkan nama baik, memeras, tidak membuat permusuhan, atau kebencian yang sifatnya SARA.

Fadjroel pun setuju jika ada perbaikan terhadap UU ITE.

“Regulasi itu ada perbaikan, sudah saatnya coba merumuskan upaya memperbaiki UU ITE, meskipun sudah diubah dua kali, diubah lagi tidak ada masalah,” katanya.

“Karena demokrasi itu terus maju, diperdalam, diperluas,” kata Fadjroel lagi.

Dia menyebut Presiden Jokowi selalu mendorong agar demokrasi makin dalam, luas sehingga makin baik ke depannya.

“Kalau ada upaya melakukan revisi sehingga lebih baik, menjadi inisiatif DPR atau pemerintah,” jelasnya.

Terlepas dari itu, Fadjroel mengutip pernyataan Menkopolhukam Mahfud MD, mengatakan bahwa siapapun boleh mengkritik, tapi juga kepolisian tidak bisa menahan orang yang ingin melaporkan. (pojoksatu/fajar)

Komentar


VIDEO TERKINI