Buzzer Cemari Ruang Publik, Mardani: Pemimpin yang Pelihara Patut Dipertanyakan

Kamis, 18 Februari 2021 23:17

ILUSTRASI. (int)

FAJAR.CO.ID — Kehadiran buzzer dinilai merupakan fenomena buruk bagi kehidupan sosial politik Indonesia.

Menurut politisi PKS, Mardani Ali Sera, kebenaran hanya diklaim oleh pihak buzzer dengan pola penyerangan tanpa dialog dan musyawarah.

“Buzzer mencemari ruang publik dengan sampah dan konten negatif,” ujar Mardani Ali Sera lewat keterangan tertulisnya, Kamis (18/2/2021).

Mardani bilang, seharusnya pemerintahan Joko Widodo berdiri di atas semua golongan, bukan saja ke pendukungnya atau buzzer.

“Boleh saja pak Jokowi mengapresiasi pendukungnya, tapi setelah itu diingatkan kemenangan politik jadi dasar pelayanan bagi semua eleman bangsa. Bukan hanya kelompoknya sendiri,” ungkapnya.

Mardani mengatakan, tidak perlu aturan khusus untuk para buzzer ini. Tetapi cukup tegakkan etika kepemimpinan dan penegakan hukum yang adil, maka buzzer akan hilang dengan sendirinya.

“Buzzer itu laksana lalat, ketika ada bangkai ada lalat. Makanya pemimpin yang memelihara buzzer patut dipertanyakan,” katanya. (FIN)

Komentar