Isu Kudeta Berujung Penundaan Musda, Demokrat Ingin Cooling Down

Kamis, 18 Februari 2021 11:47

Demokrat Sulsel

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Isu kudeta disusul pengguliran Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat berimbas pada penundaan pelaksanaan Musyawarah Daerah di 34 provinsi se Indonesia. Keputusan ini merupakan instruksi langsung dari DPP Partai Demokrat.

Hal tersebut disampaikan Ketua DPD Partai Demokrat Sulawesi Selatan, Ni’matullah Erbe dalam gelaran Rakorda bertema Demokrat Sulsel Tolak KLB, Teguh dan Loyal untuk AHY di Claro Hotel Makassar, Rabu (17/2/2021).

Menurut Ni’matullah, Partai Demokrat tengah fokus dalam konsolidasi dan penguatan benteng partai dari gangguan pihak yang menginginkan perebutan paksa kursi Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

“Sementara waktu tidak ada pembicaraan Musda. Kita fokus pada situasi genting ini. Musda untuk sementara tidak ada jadwalnya. Saudara-saudara harap maklum dan bersabar,” ujarnya.

Lebih lanjut, partai berlambang mercy ingin mengademkan situasi yang terus menerus memanas, baik di internal partai maupun dari pihak luar.

“Kita ingin cooling down. Agar tidak ada celah untuk masuk angin. Ini perintah dari DPP. Mohon pengertian dan kebesaran jiwa kita semua,” ungkap Wakil Ketua DPRD Sulsel itu.

Di hadapan seluruh pengurus DPD dan DPC se Sulsel, Ni’matullah menyerukan tidak lengah dan menganggap enteng isu KLB sebagai upaya dualisme partai. Baginya, ini persoalan serius yang harus dihadapi dengan persatuan dan kesolidan oleh seluruh kader.

Komentar