Layanan GeNose Jauh Lebih Murah, Pengguna Rapid Antigen Merosot

Kamis, 18 Februari 2021 21:36

Calon penumpang melakukan skrining Covid-19 dengan GeNose. (Ahmad Khusaini/Jawa Pos)

FAJAR.CO.ID — Biaya yang murah membuat layanan GeNose di Stasiun Pasar Turi diminati pengguna kereta api (KA) jarak jauh. Sejak diresmikan pada Senin (15/2/2021), sebanyak 1.021 penumpang KA menggunakan fasilitas tersebut. Selain penumpang dari Stasiun Pasar Turi, mereka berasal dari penumpang KA Stasiun Gubeng.

Koordinator GeNose C19 dan Rapid Antigen Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) Heru Sutomo Wiyono menyatakan, sehari bisa 596 penumpang yang menggunakan GeNose.

”Perbedaannya (biaya, Red) sangat jauh. Sekali rapid antigen penumpang harus mengeluarkan biaya Rp105 ribu. Sedangkan GeNose C19, biayanya hanya Rp20 ribu,” kata Heru.

Akibatnya, pengguna rapid antigen merosot tajam. Sehari biasanya 250–300 penumpang melakukan rapid antigen. Saat ini hanya sekitar 80 penumpang. Itu pun merupakan penumpang yang tidak bisa menggunakan GeNose C19 karena mereka mengambil nomor antrean secara mendadak. Yakni, dua atau tiga jam sebelum jadwal keberangkatan KA.

Jika ingin menggunakan layanan GeNose C19, Heru menjelaskan maksimal orang yang bersangkutan harus mengambil nomor antrean lima jam sebelum jadwal keberangkatan. Atau, lebih baik H-1 dari jadwal keberangkatan. Dengan demikian, penumpang tidak terburu-buru dan tidak ada yang ketinggalan kereta karena menunggu hasil pemeriksaan bebas Covid-19.

Karena itu, jika ada penumpang yang mendaftar secara mendadak, otomatis ditolak dan dialihkan melakukan pemeriksaan dengan menggunakan rapid antigen. Sejak diresmikan layanan GeNose C19, sedikitnya tujuh calon penumpang dinyatakan positif. Akibatnya, mereka pun tidak bisa melanjutkan perjalanan.

Komentar


VIDEO TERKINI