Petrus Selestinus: Hak untuk Oposisi Itu Bukan Monopoli Rocky Gerung

Kamis, 18 Februari 2021 09:26

Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI) Petrus Selestinus

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Koodinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI) Petrus Selestinus menilai Rocky Gerung kerap kali membuat pernyataan yang isinya mencemarkan nama baik banyak pihak, termasuk Presiden Jokowi.

Hal tersebut disampaikan Petrus Selestinus dalam tanyangan video YouTube pada kanal RKN Media, Rabu (17/2/2021).

Petrus secara khusus menilai pernyataan Rocky tidak beradab ketika mengomentari wacana revisi UU Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Untuk diketahui, pengamat politik Rocky Gerung menyatakan sejak awal Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menunjukkan sikap bahwa dirinya tidak sepakat dengan adanya oposisi.

“Kalau oposisi tidak dianggap, UU ITE direvisi lagi, ya orang tertawa lagi. Jadi yang musti direvisi itu adalah isu kepala presiden,” ucap Rocky Gerung dalam tayangan video YouTube pada kanal Rocky Gerung Official, Selasa 16 Februari 2021.

Terkait pernyataan Rocky itu, Petrus pun bereaksi keras.

“Nah, pernyataan ini sudah termasuk kategori penghinaan melalui informasi media elektronik. Karena itu, aparat penegak hukum, warga masyarakat, bahkan keluarga Presiden bisa melakukan tuntutan terhadap Rocky Gerung. Karena ini sudah masuk penghinaan pencemaran nama baik melalui informasi elektronik,” ucap Petrus Selestinus.

Petrus membantah anggapan kalau Rocky Gerung ditangkap dan dipenjara maka sama dengan membunuh oposisi.

“Tidak. Itu tidak, kalau Rocky Gerung ditangkap dan dipenjara , maka oposisi tidak akan mati karena hak untuk oposisi itu bukan monopoli Rocky Gerung,” tegas Petrus.

Komentar