Prostitusi Online Mati Satu Tumbuh Seribu, Keluarga Benteng Terkuat

Kamis, 18 Februari 2021 10:58

Legislator PKS, Yeni Rahman

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Tabir gelap prostitusi lewat jejaring sosial sudah marak beroperasi sejak pengenalan situs jejaring sosial makin gencar di kalangan pengguna telepon cerdas (smartphone).

Maraknya prostitusi online tak boleh dianggap sepele. Pemerintah harus mengambil sikap terkait situasi sosial ini. Karena prostitusi online seperti layaknya mati satu tumbuh seribu. Atensi khusus pemerintah perlu ditempuh.

Seperti baru-baru ini yang terjadi di Makassar. Seorang remaja puteri nekat menjual diri lewat aplikasi online usai kabur dari rumah. Korban mengaku pernah diperkosa saudara kandungnya, nahasnya kedua orang tua mereka tak percaya.

Legislator DPRD Makassar menganggap maraknya prostitusi online sebagai masalah yang patut diberi atensi. Perlu ada keseriusan pemerintah dalam memantau aktivitas tersebut.

Upaya pencegahan juga diharapkan dapat dilakukan orang tua. Pengawasan aktivitas berselancar di dunia maya mesti lebih selektif. Jangan sampai terpengaruh.

Anggota Komisi D DPRD Makassar Yeni Rahman menuturkan, anak-anak semestinya harus dibekali dengan pendidikan agama sejak dini. Sehingga mereka tidak mudah terjerumus.

Peran keluarga menjadi benteng terkuat agar kasus ini bisa ditekan. Perhatian dan kasih sayang seutuhnya dinilai jadi kunci.

“Kita tidak bisa salahkan sosial media, sekarang orang tua harus membijaksanai hal ini,” ungkap Legislator PKS itu, Rabu (17/2/2021).

Selain kasih sayang, Yeni meminta para orang tua membekali anak dengan ilmu pengetahuan, adab, moral dan yang terpenting wawasan agama sejak dini. Kontrol terhadap pergaulan anak juga tak kalah pentingnya.

Komentar


VIDEO TERKINI