Rencana Kudeta, AHY: Presiden Tak Tahu Menahu Keterlibatan Salah Satu Bawahannya

Kamis, 18 Februari 2021 13:25

AHY

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mengaku sudah mendapat informasi bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak tahu soal dugaan rencana kudeta yang dilakukan oleh salah satu anak buahnya. Dalam hal ini, rencana kudeta bakal dilakukan dengan membawa nama Presiden untuk menakut-nakuti.

“Terhadap hal itu, saya sudah mendapatkan sinyal bahwa Bapak Presiden tidak tahu menahu tentang keterlibatan salah satu bawahannya itu,” ujar AHY dalam keterangannya, Kamis (18/2).

AHY mengatakan, oknum yang berencana mengambil alih kepemimpinan Partai Demokrat menggunakan nama Presiden Jokowi hanya untuk menakut-nakuti para kader partai Demokrat. “Ini hanya akal-akalan kelompok yang melakukan kudeta untuk menakut-nakuti para kader,” katanya.

Lebih lanjut AHY menegaskan, bahwa Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dengan Presiden Jokowi baik-baik saja. Tapi ada sekelompok orang yang berusaha membuat dua tokoh tersebut menjadi terpecah.

“Hubungan Pak SBY dan Pak Jokowi cukup baik. Tapi kelompok ini berusaha memecah belah hubungan yang telah terjalin dengan baik itu,” katanya.

AHY mengaku sudah berkeliling dengan bertemu para kader Partai Demokrat untuk menangani dan mencari solusi usai adanya rencana gerakan tersebut.

“Tetapi masih bisa kita tangani dan pasti ada solusinya. Saya sejak hari ini sudah keliling kembali ke DPC-DPC di daerah-daerah untuk memastikan persoalan-persoalan antara hubungan DPP-DPD-DPC berjalan dengan baik. Saya paham, seringkali DPC kangen untuk bertemu ketumnya dan menyampaikan persoalannya secara langsung,” ungkapnya.

Di satu sisi, Kepala Staf Presiden Moeldoko membantah berencana melakukan kudeta terhadap AHY dari kursi ketua umum Partai Demokrat. Menurutnya AHY yang terpilih secara aklamasi tidak akan bisa dilengserkan olehnya.

Moeldoko mengakui memang bertemu dengan para kader Partai Demokrat. Namun, pertemuan tersebut bukanlah membahas mengenai upaya kudeta terhadap AHY. Moeldoko juga membantah dirinya ingin menjadi calon presiden di 2024 mendatang. Baginya saat ini dia hanya menjalankan tugas yang diberikan oleh Presiden Joko Widodo sebagai KSP. (jpc)

Komentar


VIDEO TERKINI