Andi Arief Sebut Kecolongan 2 Kali Mega atas SBY adalah Kenyataan Sejarah

Jumat, 19 Februari 2021 18:23

Andi Arief

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Ketua Bappilu Partai Demokrat Andi Arief kembali mengungkit kekalahan Ketum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri melawan eks Ketum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam dua kali Pemilihan Presiden (Pilpres).

“Kecolongan dua kali Ibu Megawati melawan SBY dalam Pilpres adalah kenyataan sejarah tak perlu ditangisi,” tulis Arief di akun twitter pribadinya, Jum’at (19/2/2021).

Arief pun berujar bahwa kecolongan putri Soekarno itu dilakukan dengan cara demokratis, melalui pemilu yang dipilih langsung oleh rakyat Indonesia. Bukan melalui penghianatan dengan menjatuhkan melalui MPR.

“Toh, kecolongan melalui pilihan rakyat. Bukan melalui penghianatan menjatuhkan lewat MPR,” sebut Andi Arief.

Ia pun menyentil Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristyanto yang membenturkan komentar Eks Sekjen Demokrat Marzuki Alie.

“Sebagai Sekjen, Hasto jangan membenturkan, tapi mendudukkan posisi yang benar,” pungkasnya.

Sekadar diketahui, Marzuki Alie bercerita di acara YouTube ‘Akbar Faizal Uncensored’. Marzuki menguak kisah lama antara SBY dan Megawati.

Menurut Marzuki, SBY mengaku telah membuat Megawati dua kali terkecoh. Pertama adalah SBY menjadi Presiden Indonesia, kemudian kedua dengan menggandeng Jusuf Kalla (JK) menjadi Wakil Presiden.

Pernyataan itu disampaikan SBY kepada Marzuki dan disaksikan oleh Hadi Utomo di Hotel Sheraton Bandara Soekarno-Hatta pada 2004 silam.

Pernyatan tersebut lalu dikomentari Hasto. Hasto menyebut pernyataan Marzuki Alie adalah sebuah kebenaran sejarah baru. Sebab selama ini SBY menyebut selalu dizalimi oleh Megawati.

Komentar