Minim Sosialisasi, Pedagang Pasar di Makassar Takut Divaksin Covid-19

Jumat, 19 Februari 2021 17:31

Suasana Pasar Terong

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Mayoritas pedagang pasar di Makassar ragu untuk divaksin Covid-19. Sebagian diantaranya mengaku baik-baik saja dan tidak perlu disuntik vaksin jenis Sinovac itu.

“Baik-baik jaki pak, belum ditau juga kalau sudah disuntik kita bagaimana (efeknya). Kita juga biasa mi disuntik kalau pergi ke tanah suci (naik Haji). Janganmi disuntik terus,” kata Aco salah seorang pedagang yang setiap harinya menjual buah di Pasar Terong, Makassar. Jumat (19/2/2021).

Sebagian dari mereka mengaku belum terlalu tahu dan paham akan fungsi dan manfaat vaksin Covid-19 pada tubuh mereka.

“Kalau sudahki di vaksin bebas maki dari corona?,” ujarnya lagi.

Senada dengan itu, Anti yang juga setiap harinya menjual sembako di pasar tersebut mengaku takut untuk di vaksin. Ia ragu dikarenakan vaksin Covid-19 masih terus di perdebatkan sebagian kalangan.

“Kalau pastiji ia hilangkan corona tidak apa-apaji. Tapi ini masih banyak orang berdebat,” tukasnya.

Penyuntikan vaksin Covid-19 tahap dua ini nantinya menyasar tenaga pendidik (guru dan dosen), pedagang pasar, tokoh agama, wakil rakyat, pejabat negara, pegawai pemerintah, petugas keamanan, pelayanan publik, petugas transportasi, atlet, dan sektor pariwisata serta lansia. Juga termasuk para jurnalis.

Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Makassar, Agus Djaja Said, mengimbau masyarakat tidak perlu ragu akan vaksin tersebut dikarenakan telah melalui tahap uji klinis. Termasuk dalam program vaksinasi tahap pertama yang menyasar tenaga kesehatan (nakes) tidak ditemukan kendala-kendala.

Komentar