Pentingnya Peran Orang Tua dan Critical Thinking Bagi Anak Usia Dini

Jumat, 19 Februari 2021 18:07

pengamat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Rusmayadi.

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Imbas pandemi Covid-19 membuat banyak kegiatan publik beralih dengan aktivitas utamanya berada di rumah. Tak terkecuali sektor pendidikan dengan mengganti pembelajaran tatap muka dengan pembelajaran jarak jauh atau daring.

Situasi ini merupakan realitas baru yang juga dialami dunia pendidikan utamanya terjadi pada Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Namun pada pendidikan anak usia dini, pengetahuan tentang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) itu, boleh dikatakan tidak ada.

Usia dini adalah usia emas dalam membangun pondasi belajar dan hidup mereka mulai dini. Pandemi Covid-19 tidak boleh menghentikan proses pendidikan untuk anak usia dini karena itu adalah usia krusial puncak perkembangan anak yang mempengaruhi masa depannya.

Menurut pengamat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Rusmayadi, menyebut sangat penting pendidikan anak usia dini, meski pada masa pendemi. Maka dari itu perlunya peran orang dalam menunjang proses berfikir anak.

“Tentunya sangat penting pelibatan orang tua atau orang dewasa sebagai salah satu strategi pendidikan pembelajaran bagi anak usia dini. Dimana keterlibatan anak dan guru di sekolah menjadi terbatas, akbit wabah pandemi saat ini,” jelas Rusmayadi.

Lebih lanjut, Rusmayadi menyebut banyak terobosan yang sudah dilakukan pemerintah, salah satunya, program Belajar Dari Rumah (BDR).

“Program ini sendiri, harus didampingi oleh orang tua. Apalagi anak di usia dini diberikan smartphone pintar, ujungnya pasti bermain game. Maka itu, perlu pendampingan orang atau orang dewasa untuk mengakses peroses belajar yang diberikan oleh guru di sekolah,” terang Rusmayadi.

Ketua Prodi PG- PAUD Universitas Negeri Makassar (UNM) ini, menegaskan, di samping pembelajaran anak usia dini yang diterima di sekolah, orang tua juga perlu mengajarkan anak berpikir keras atau ‘critical thinking’.

“Berpikir kritis anak usia dini, tidaklah sama dengan berpikir kritis orang dewasa, tentunya harus menyesuaikan dengan tahap perkembangan anak itu sendiri. Misal, dalam permainan game Maze anak harus menemukan jalur berupa kotak yang dilewati. Jika anak diajar berpikir kritis maka anak akan mencari jalan yang efektif untuk sampai ke tujuan. Itulah yang dimaksud cara mengajar anak secara critical thinking,” tuturnya.

Dosen PAUD UNM ini, berharap dengan pendampingan dari orang tua bisa memaksimalkan pembelajaran agar terciptanya pola pikir anak usia dini. Di mana tidak semua wilayah yang menerapkan pola pembelajaran jarak jauh di masa pandemi dikarenakan terbatasnya akses. (mg1)

Komentar


VIDEO TERKINI