10 Legislator Berkarya di Sulsel Terancam PAW

Sabtu, 20 Februari 2021 16:52

Ketua Harian DPW Partai Berkarya Sulsel, Zainuddin Kaiyum (kanan) bersama pengurus, Hamire Hafid, Muh Aris, dan Muh Yusuf Ismail berkunjung ke redaksi FAJAR, Jumat, 19 Februari. ABE BANDOE/FAJAR

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Dualisme kepemimpinan Partai Berkarya masih memanas. PTUN Jakarta memenangkan kubu Tommy Soeharto. Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta dalam amar putusannya menyatakan, SK Menteri Hukum dan HAM yang menetapkan kepengurusan Partai Berkarya periode 2020—2025 pimpinan Muchdi Purwoprandjono atau Muchdi PRdinyatakan batal.

Namun masih ada waktu untuk banding bagi kubu Muchdi PR. Terhitung 14 hari sejak diputuskan pada Selasa, 16 Februari. Keputusan PTUN tersebut membuat 10 anggota DPRD dari Partai Berkarya kubu Muchdi PRdi Sulsel terancam PAW.

Ketua Harian DPW Partai Berkarya Sulsel, Zainuddin Kaiyum, mengemukakan, 10 anggota DPRD dari Partai Berkarya tersebut berKhianat. Mereka terpilih menjadi anggota dewan terjadi sebelum terjadi dualisme. Namun belakangan, 10 anggota dewan tersebut ikut berhianat ke kubu Muchdi PR.

“Siapa saja yang tidak solid dengan partai akan kita singkirkan,” ujar Zainuddin di Redaksi FAJAR, Jumat, 19 Februari.Zainuddin menegaskan, proses PAW secepatnya dilakukan jika keputusan pengadilan sudah inkracht. Sebab kubu Muchdi berencana akan banding. “Waktunya cuma 14 hari melakukan banding, jika tidak dilakukan maka sudah inkracht,” sebutnya.

Wakil Ketua 1 DPW Partai Berkarya Sulsel, Muh Yusuf Ismail,menambahkan, pihaknya segera membenahikepengurusan partai di beberapa kabupaten dan kota. Sejak dualisme tersebut, tambahnya, banyak pengurus membelot ke kubu Muchdi PR.

Komentar