Anggap Musibah, Ibu Hamil yang Terkena Peluru Nyasar Enggan Pindah Rumah

Sabtu, 20 Februari 2021 19:55

Suami korban, Yamin sedang berbincang dengan polisi pasca kejadian beberapa waktu lalu.

FAJAR.CO.ID, GOWA — Suriani masih bertahan di kediamannya di Desa Bontoala, Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa. Wanita 33 tahun ini terkena peluru nyasar pada 15 Februari 2021 lalu.

Saat ditemui di rumahnya, tampak beberapa sanak keluarganya yang menghuni rumah semi permanen tersebut. Mereka menemani Suriani yang kini tengah hamil delapan bulan dan masih trauma atas insiden tersebut.

Suami Suriani, Muh Yamin, 33 tahun, mengatakan, kejadian yang menimpa istrinya, tak ada niat sedikit pun untuk pindah sementara dari rumah tersebut ke tempat lain, untuk mengantisipasi hal serupa terjadi.

“Kalau masalah pindah, tidak. Untuk sementara tidak. Apalagi pindah ke tempat lain. Ini peristiwa yang tidak disengaja. Kita anggap musibah,” kata Yamin, saat ditemui di rumahnya, Sabtu (20/2/2021).

Selain itu, semenjak ia dan istrinya tinggal di rumah itu sejak setahun lalu, ia tak pernah mendengar kabar bahwa kerap ada aktifitas kepolisian di sekitar rumahnya itu.

“Kalau itu (aktivitas TNI – Polri) setahu saya tidak ada,” ujar Yamin.

Diketahui, peristiwa itu terjadi saat Suriani sedang menonton TV di ruang tamu miliknya sekitar pukul 18.30 WITA. Tiba-tiba ia mendengar suara ledakan dari atap rumahnya itu.

Yamin sempat mengecek ke atap rumahnya itu. Namun ia tak menemukan benda apapun. Yamin pun kembali masuk ke rumahnya dan melihat Suriani sudah dalam kondisi berlumuran darah di wajah.

Komentar