Bantah Makam Gus Dur Dibiayai Negara, Alissa Wahid: Hati-hati Menuduh

Sabtu, 20 Februari 2021 13:09

Alissa Wahid (Muhamad Ali/Jawa Pos)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA- Putri Presiden ke-4 Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, Alissa Wahid membantah makam Ayahnya di kompleks Pesantren Tebuireng, dibiayai oleh negara seperti dituduhkan oleh Politikus Partai Demokrat, Rachlan Nashidik. Menurut Alissa, makam Ayahnya dibiayai oleh keluarga.

“Bang Rachlan Nashidik, makam Gus Dur sampai saat ini dibiayai oleh keluarga Ciganjur, termasuk prasasti. PP Tebuireng pun hormati ini,” kata Alissa dikutip Twitternya, Sabtu (20/2).

Alissa menyebut, uang dari negara bukan untuk makamnya, tetapi untuk akses jalan menuju lokasi makam. Sebab, lokasi itu kini menjadi wisata religi.

“Dana Negara tidak untuk makam tetapi untuk jalan raya, lahan berjualan warga. Maklum, ada 1,5-2 juta peziarah setiap tahun. Negara urus ini,” kata Alissa.

Begitu pun tidak ada Museum Gus Dur yang dibiayai negara. Yang ada hanya museum untuk Islam Nusantara.

“Adakah dana untuk Museum? Tidak ada dana museum Gus Dur. Yang ada bantuan untuk museum Islam Nusantara, setahu saya disepakati Gus Solah dengan Pemerintah sebelum Gus Dur wafat,” katanya.

Alissa mengatakan, pemakaman pahlawan Nasional di Tebuireng hanya menerima sedikit bantuan dari pemerintah. Itu pun hanya untuk memelihara makam Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari dan KH Wahid Hasyim. Namun makam Gus Dur tidak.

Alissa berharap Agar Rachlan lebih berhati-hati dalam menyebar informasi. “Jadi next time lebih hati-hati ya, Rachlan Nashidik. Jangan asal,” katanya.

Komentar