Ditangkap Kasus Narkoba, Kompol Yuni Tak Mudah Dijerat Hukuman Mati

Sabtu, 20 Februari 2021 17:26

Kompol Yuni Purwanti (tengah) saat sebagai Kasatnarkoba Polresta Bogor menunjukkan barang bukti narkoba. (FOTO: ANTARA)

FAJAR.CO.ID– Namanya Yuni Purwanti. Dia adalah perwira polisi dengan pangkat di pundaknya sebagai Komisaris Polisi (Kompol). Saat tertangkap, dia menjabat sebagai Kapolsek Astana Anyar saat itu.

Namanya tercoreng karena tertangkap saat berpesta narkoba bersama 11 koleganya di sebuah hotel di Bandung beberapa waktu lalu. Ulah wanita single parents ini pun terancam hukuman mati.

Hal itu merupakan aturan tegas dari Jenderal Idham Azis, yang saat itu masih menjabat sebagai Kapolri dan kini telah masuk dalam masa purnawirawan.

Terkait ancaman hukuman mati terhadap Kompol Yuni, Pengamat Hukum Universitas Muslim Indonesia (UMI), Prof Laode Husein, mengatakan, tak mudah bagi seorang perwira polisi satu melati ini dijerat hukuman berat seperti itu.

“Jangan mudah menyatakan bisa dihukum mati. Harus ingat jalan konstitusi itu Pasal 88 I menegaskan bahwa, hak untuk hidup dan mempertahankan kehidupan adalah hak asasi yang tidak dapat dikurangi dalam keadaan apapun juga,” katanya, Sabtu (20/2/2021).

“Ketentuan ini bisa disimpangkan jika memang perbuatan seseorang melampaui dari hak asasi tersebut. Misalnya seorang residivis dalam kasus-kasus kejahatan berat seperti terorisme, kejahatan kemanusiaan dan kejahatan berat lainnya,” sambung Laode, kepada jurnalis fajar.co.id.

Namun ia mengakui, Kompol Yuni memang bersalah, mencoreng, dan memalukan nama baik institusi Polri di publik. Terutama di jajaran Polsek Astana Anyar sebagai tempatnya bertugas saat itu.

Komentar