Ibu Hamil Kena Peluru Nyasar, Kini Trauma Dengar Suara Letusan

Sabtu, 20 Februari 2021 20:56

Suami korban, Yamin sedang berbincang dengan polisi pasca kejadian beberapa waktu lalu.

FAJAR.CO.ID, GOWA — Peristiwa peluru nyasar yang melukai dahi sebelah kanan Suriani, 33 tahun, akan menjadi kejadian yang tak terlupakan dalam hidupnya. Beruntung peluru tak bertuan itu tidak sampai membuat nyawanya melayang.

Sejak 15 Februari 2021 lalu sampai hari ini, warga Desa Bontoala, Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa ini mengaku masih trauma. Jangankan dengan tembakan, suara ledakan petasan pun Suriani sangat takut.

“Kalau kondisi psikologisnya masih takut. Dia tak mau tinggal sendiri di rumah. Jadi lebih-lebih kalau ada bunyi-bunyian meletus, dia masih takut. Yah kita tahulah kondisinya ibu hamil kondisi psikologisnya akan lebih dari orang biasa,” kata suami Suriani, Muh Yamin di rumahnya, Sabtu (20/2/2021).

Suriani sempat mengalami luka di dahi sebelah kirinya akibat proyektil peluru tersebut. Dia juga telah mendapat pengobatan medis di RS Syekh Yusuf.

Saat ini luka yang dialami oleh ibu rumah tangga itu telah ditangani oleh tim medis dari Puskesmas Pallangga. Kata Yamin, luka yang dialami oleh istrinya itu berupa goresan yang menyerupai huruf U di dahi kanannya.

“Katanya dari puskesmas, dua atau tiga hari kita lihat perkembangan dari lukanya dan dibuka kembali perbannya,” tambahnya saat ditemui di rumahnya.

Yamin diketahui tinggal bersama tiga orang anggota keluarga intinya. Lalu saat ini ada beberapa sanak keluarganya yang menghuni rumah tersebut pasca kejadian.

Komentar