Petani Menjerit, Anggaran Pupuk Pemprov Hanya Rp39 Miliar, Jalan Tani Justru Rp92 Miliar

Sabtu, 20 Februari 2021 11:11

Sejumlah petani yang ada di Kabupaten Gowa mengeluh, terkait pupuk yang akhir-akhir ini dianggap mengalami kelangkaan.

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Krisis di masa pandemi Covid-19 terjadi hampir di semua sektor, tak terkecuali sektor pangan yang ternyata telah berdampak terhadap keberlangsungan hidup para petani.

Di Sulawesi Selatan, para petani mengeluhkan sulitnya mendapatkan pupuk di masa pandemi.

“Sulit sekali mendapatkan pupuk di masa pandemi seperti ini, kita berharap pemerintah dapat membantu pupuk,” keluh Wakil Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) cabang Kabupaten Maros, Abdul Rizal dalam keterangan tertulisnya yang diterima fajar.co.id, Sabtu (20/02/2021).

Dibalik asa situasi ini, kata Abdul Rizal, para petani kritis, bahkan mulai meragukan keberpihakan pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terhadap peningkatan produksi pertanian.

Hal ini terkait dengan rendahnya anggaran bantuan pupuk bagi para petani dalam APBD tahun 2021.

“Informasi yang diterima, anggaran pengadaan pupuk hanya Rp39 miliar, sementara jalan tani mencapai Rp 92 miliar,” katanya.

Anggaran jalan tani terbilang sangat besar dengan asumsi Rp250 ribu per meter, maka akan diperoleh jalan tani sepanjang 390 Km atau sama dengan jarak Makassar-Walenrang Luwu Utara.

Menanggapi itu, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Sulsel, Ardin Tjatjo menjelaskan program utama untuk pertanian adalah mandiri benih, tersedianya pupuk yang cukup dan pasar produk pertanian.

Jalan tani kata dia, adalah salah satu solusi untuk memperbaiki pasar produk pertanian.

Komentar


VIDEO TERKINI