Serangan Buzzer Marak, Pemuda Muhammadiyah Sulsel Tekankan Fungsi UU ITE sebagai Kontrol

Minggu, 21 Februari 2021 14:38

Ilustrasi Buzzer

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Maraknya penyerangan secara personal di media sosial yang dilakukan buzzer mendapat sorotan publik belakangan ini. Berbeda dengan warganet biasa, buzzer diduga lebih terorganisasi.

Sejumlah tokoh publik juga telah merasakan serangan dari buzzer ini. Tokoh seperti, Din Syamsuddin, Kwik Kian Gie, Susi Pudjiastuti hingga Rizal Ramli sudah merasakan ganasnya serangan buzzer.

UU ITE harus menjadi hukum yang membasmi buzzer. UU ITE harus dapat mengontrol orang untuk bijak menggunakan media sosial.

“Itumi gunanya sebenarnya UU ITE yang bisa mengontrol orang-orang dalam menggunakan IT khususnya medsos,” ujar Ketua Umum Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM) Sulsel, Elly Oscar, saat dihubungi Fajar.co.id, Minggu (21/2/2021).

Lebih lanjut, kata Elly, UU ITE harus berlaku sama kepada semua orang di negeri ini, tidak boleh ada yang kebal terhadap hukum.

“Misalnya kasus Pak Din yang dituduh sebagai radikal dan lainnya, pelakunya sampai saat ini belum diproses padahal apa yang dituduhkan tidak bisa dibuktikan,” tegas Elly.

Ia pun mengatakan, jika benar buzzer ini berfungsi untuk memengaruhi opini publik, ia mengajak masyarakat untuk menjadi buzzer baik.

“Untuk melawan atau minimal membendung buzzer itu ya harus dengan buzzer juga. Karena masing-masing buzzer itu terorganisir. Artinya orang-orang baik juga harus jadi buzzer,” ujarnya.

Komentar