Tingkah Konyol Pelaku Tawuran di Makassar saat Beraksi dan Tertangkap

Minggu, 21 Februari 2021 19:54

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Sembilan pelaku tawuran di Kecamatan Ujung Tanah, Makassar ditangkap. Satu orang di antaranya adalah lelaki berinisial MA, 16 tahun.

MA adalah pelaku tawuran yang bergabung dengan kelompok warga Barukang yang melawan kelompok Cambayya, pada Minggu dinihari (21/2/2021) tadi.

Dalam rekaman video yang diterima, tingkah MA sempat mengundang tawa polisi karena tingkahnya yang konyol saat hendak melontarkan anak panah ke arah warga Cambayya. MA berjalan mundur sambil membungkuk, dan mengarahkan anak panah miliknya ke arah lawan dan mata mengarah ke aspal.

MA juga sempat maju dan mendekati wilayah musuh. Dia menjadi garis terdepan untuk mengalahkan lawannya itu akibat dendam lama antara kedua kelompok warga yang bertikai itu.

Kasat Sabhara Polres Pelabuhan, Iptu Asfada mengatakan, MA juga sempat memprovokasi petugas agar terpancing dan menjadi lawan mereka, selain warga dari Cambayya. Namun saat polisi berusaha tenang dan melerai mereka, Bukannya mundur, MA tak mengindahkan.

“Ini saat malam Sabtu yang menyerang ke Cambayya kemudian dilerai oleh anggota. Lalu melawan dan membusur serta memprovokasi anggota tapi tidak ditanggapi,” katanya kepada jurnalis fajar.co.id.

Hingga pada Minggu dini hari tadi, MA bersama delapan orang temannya berhasil ditangkap, oleh Tim UPRC Angngaru Polres Pelabuhan Makassar dan dibawa ke kantor polisi untuk diproses hukum.

Di sana, MA diperintahkan untuk memperagakan kembali tingkah konyolnya saat hendak menyerang warga Cambayya, dengan cara berjalan mundur sambil membungkuk, dan mengarahkan anak panah miliknya ke arah lawan dan mata mengarah ke aspal.

Kini MA dan delapan orang temannya diserahkan ke Sat Reskrim Polres Pelabuhan Makassar. Kapolres Pelabuhan, AKBP Muh Kadarislam, mengatakan, para pelaku ini akan diproses hukum hingga ke pengadilan.

“Untuk ke sembilan orang ini, akan kami berikan efek jera dengan memproses hukum sampai ke pengadilan,” katanya kepada wartawan, Minggu (21/2/2021).

Rapid tes antigen juga tak lupa dilakukan bagi para pelaku ini. Jika reaktif, wajib dilakukan isolasi di beberapa rumah sakit khusus yang menangani pasien Covid-19.

“Sebelumnya kami akan rapid dulu, kalau yang positif akan kami isolasi di rumah sakit dadi. Setelah negatif akan kami proses kasusnya ke pengadilan,” ujar mantan Kapolres Bone ini.

Aksi tawuran ini diketahui sempat dilakukan mediasi antara kedua belah pihak belum lama ini. Sejumlah aparat dari pemerintah kecamatan, TNI, Polri dilibatkan dalam mediasi dan mencari solusi atas masalah kamtibnas ini.

Sayang, mediasi dan koordinasi yang telah dilakukan tak mengubah suasana di kawasan pada penduduk itu menjadi kondusif. Justru semakin membabi buta dan telah merusak beberapa bagian rumah warga sekitar. (Ishak/fajar)

Komentar


VIDEO TERKINI