Aksi FPI Bantu Korban Banjir Dibubarkan, Ini Pernyataan Tegas Kombes Erwin

Senin, 22 Februari 2021 17:43

Sekelompok relawan yang mengatasnamakan FPI dibubarkan ketika hendak beri bantuan korban banjir Cipinang Melayu, Jakarta Timur, Sabtu (20/2). Foto: Dean Pahrevi/JPNN.com

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Erwin Kurniawan memberi penjelasan terkait aksi sosial Front Persaudaraan Islam (FPI) atau FPI versi baru yang dibubarkan polisi pada Sabtu (20/2) lalu.

Pembubaran itu dilakukan polisi bersama TNI ketika sekelompok orang membawa atribut FPI versi baru itu memberikan bantuan kepada korban banjir di Cipinang Melayu, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur.

Kombes Erwin menjelaskan bahwa pembubaran tersebut sudah sesuai dengan Surat Keputusan Bersama (SKB) Enam Menteri dan pimpinan lembaga, serta Maklumat Kapolri tentang pelarangan atribut FPI.

“Ya kita ketahui sendiri bersama-sama bahwa SKB enam menteri yang dikeluarkan tentang pelarangan atribut FPI, kemudian ada maklumat Kapolri nomor 1/I/ 2021 tentang pelarangan adanya simbol, gambar, tulisan, dan lain-lain terkait atribut FPI ini, kami dengan tegas melarang kegiatan itu,” kata Erwin saat dikonfirmasi, Senin (22/2).

Erwin juga menyampaikan peringatan serius kepada masyarakat yang ingin melakukan kegiatan kemanusiaan untuk tidak menggunakan atribut organisasi yang terlarang.

“Kalaupun ingin memberikan bantuan kemanusiaan lebih baik tidak menggunakan atribut atau simbol-simbol yang dilarang,” ucapnya.

Kombes Erwin juga menjelaskan sikap Polri terhadap FPI, baik itu Front Pembela Islam maupun versi baru dengan nama Front Persaudaraan Islam.

“Kalaupun ada FPI-FPI lain atau neo-FPI, ya kita (polisi-red) menganggap bahwa itu masih sama dalam arti kita tetap melakukan tindakan-tindakan untuk melarang memasang atribut, kemudian menggunakan atribut tulisan-tulisan dan simbol-simbol,” tegas Kombes Erwin.(jpnn)

Komentar