Andi Arief Minta Klarifikasi Dana Haji Dipakai Tambal APBN, Stafsus Menkeu: Jangan Unggah Hal Nggak Jelas, Tuhan Tidak Suka

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, JAKARTA-- Politikus Partai Demokrat Andi Arief mengaku mendapatkan informasi bahwa dana haji dipakai pemerintah untuk menambal anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN).

Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Demokrat itu mengaku mendapatkan informasi tersebut dari grup WhatsApp (WA). Andi Arief meminta Menteri Keuangan Sri Mulyani untuk mengklarifikasi informasi tersebut.

“Besrseliweran di group WA berita Dana Haji digunakan Pemerintahan Jokowi menambal APBN. MOHON klarifikasinya Ibu SMI,” kata Andi Arief dikutip Fajar.co.id dari akun Twitter pribadinya, @Andiarief__, Senin (22/2/2021).

Unggahan anak buah Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) itu lantas dijawab oleh Staf Khusus Menteri Keuangan (Menkeu) Bidang Komunikasi Strategis, Yustinus Prastowo.

Lewat akun Twitternya @prastow, Yustinus meminta Andi Arief memeriksa terlebih dahulu soal isu dana haji yang digunakan untuk menambal APBN.

"Bung @Andiarief__ yang baik, tolong dicek dulu itu group apa dan pastikan itu berita berseliweran atau satu grup WA dibaca berkali-kali," balasnya.

Pakar perpajakan itu bahkan menyebut informasi yang ditanyakan Andi Arief merupakan kabar bohong.

"Yang jelas info Dana Haji dipakai buat pembiayaan APBN itu HOAX. Jangan terlalu gampang unggah hal nggak jelas, Tuhan tidak suka," jelasnya.

Informasi dana haji dipakai pemerintah juga berseliweran di media sosial pada Juni 2020 lalu. Disebutkan, dana haji 2020 sebesar Rp 8,7 triliun akan dipakai perkuat rupiah.

Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) menyatakan BPKH memiliki simpanan dalam bentuk dolar Amerika Serikat sebanyak US$600 juta atau setara Rp8,7 triliun kurs Rp14.500 per dolar AS. Dengan begitu, dana itu akan dimanfaatkan untuk membantu Bank Indonesia dalam penguatan kurs rupiah.

  • Bagikan