Itong: Kini Pak Jokowi Sudah Jadi Presiden, Tinggallah Kami yang Berharap…

Senin, 22 Februari 2021 13:49

Pentolan honorer K2 Riyanto Agung Subekti alias Itong bersama Presiden Joko Widodo saat HUT PGRI. Foto: dokumentasi pribadi for JPNN

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Koordinator Gerakan Honorer Kategori Dua Indonesia Bersatu (GHK2-IB), Riyanto Agung Subekti alias Itong kembali menagih janji Presiden Joko Widodo di masa kampanye Pilpres 2014 yang tertuang dalam piagam Ki Hajar Dewantara.

Usai pilpres 2014, Itong sudah pernah menagih janji tersebut tetapi tidak direspons pemerintah. Kini, dia bersama sisa honorer K2 kembali bersuara.

Menurut Itong, perjuangan mereka tidak akan berhenti sebelum presiden menepati janjinya.

Apalagi honorer K2 yang ada saat ini merupakan korban kebijakan pemerintah saat rekrutmen CPNS 2013. Di mana pelaksanaannya diduga sarat kecurangan.

“Kalau saja pemerintah konsisten mengedepankan tranparansi, pasti tidak ada honorer K2 bodong. Mereka sudah merampas hak-hak kami,” kata Itong kepada JPNN.com, Senin (22/2).

Lebih lanjut dikatakan, saat kampanye Pilpres 2014, Jokowi banyak mengumbar janji kepada rakyat. Janji-janii itu diucapkan Jokowi, baik ketika blusukan ke mana- mana maupun saat kampanye formal di atas panggung.

“Pada saat kampanye, ada juga janji berbentuk kontrak yang ditandatanganani sendiri oleh Pak Jokowi sebagai sebuah keseriusan untuk menepati janji. Salah satunya piagam perjuangan Ki Hajar Dewantara yang merupakan piagam perjuangan guru honorer,” ucapnya.

Piagam tersebut digagas Rieke Diyah Pitaloka dan disodorkan kepada Jokowi sebagai capres.

Saat itu, kata Itong, Jokowi membubuhkan tanda tangan di atas meterai Rp 6 ribu pada piagam tersebut.

Komentar