Perilaku Menyimpang Marak di Medsos, Sosiolog: Persaingan Perebutkan Pengikut

Senin, 22 Februari 2021 10:05

Pengamat Sosiolog Universitas Hasanuddin (Unhas), Sawedi Muhammad

“Atas dorongan ini, banyak selebgram yang sudah kehabisan ide-ide kreatif untuk mempertahankan atau menambah followernya terpaksa harus melakukan tindakan tidak senonoh,” jelasnya.

Lebih jauh, Sawedi mengungkapkan, secara sosiologis, salah satu dorongan paling mendasar dari manusia adalah dorongan untuk memperoleh pengakuan.

Manusia ingin eksis dan diakui sebagai bagian dari sebuah komunitas, keluarga, suku, agama, rasial dan sebagai warga sebuah bangsa.

“Berbagai upaya dilakukan untuk eksis. Banyak diantaranya dengan melalui cara-cara yang bertentangan dengan norma dan nilai sosial yang dianut,” terangnya.

Olehnya itu, sangat mendesak agar pemahaman tentang bermedia sosial dan konsekuensinya diberi prioritas utama di sekolah-sekolah.

“Anak didik kita harus diberi pemahaman bagaimana bermedia sosial secara bijak dan kritis. Bijak dalam artian postingan dan komentarnya tidak memuat sentimen agama, rasial, kepercayaan atau perbedaan pilihan politik. Kritis dalam artian segala aktivitas medsosnya dipikirkan secara matang. Untung rugi dari sebuah postingan atau komentar harus dipikirkan dan tidak serta merta reaktif terhadap isu apa pun yang lagi trending,” kuncinya. (mg4/fajar)

Komentar