Sebelum Kompol Yuni, Ada 2 Oknum Polisi yang Juga Terlibat Narkoba di Sulsel

Senin, 22 Februari 2021 20:54

ILUSTRASI.

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Ulah Kompol Yuni Purwanti Kusuma Dewi mencoreng nama baik institusi Polri. Tes urine bersaksi, perwira polisi satu melati ini positif mengkonsumsi narkoba di sebuah hotel di Bandung, pada 16 Februari 2021 lalu.

Namun jauh sebelum aksi tidak terpuji mantan Kapolsek Astana Anyar ini terungkap, rupanya sudah ada dua polisi yang juga terlibat dalam kasus yang sama.

Ada oknum berinisial AN dan HY. Keduanya berpangkat Brigadir Kepala (Bripka), yang bertugas di bawah naungan Polda Sulsel. Kabid Propam Polda Sulsel, Kombes Pol Agoeng Adi Koerniawan membenarkan hal tersebut.

AN ditangkap pada 30 Desember 2020 lalu. Sedangkan HY pada 19 Februari 2021 lalu. Kini keduanya dijebloskan ke penjara dan masih menjalani proses pidana.

Jika semua itu telah selesai, masalah tidak berhenti sampai di situ saja. Nasib dan juga karir kepolisiannya terancam. Sidang kode etik juga harus mereka jalani.

“Kita tegas menindak personil yang melanggar, apa lagi terlibat dalam narkoba, sesuai arahan Kapolri, polisi presisi,” katanya kepada wartawan, Senin (22/2/2021).

Pihaknya tidak pernah tebang pilih bagi siapa saja aparat kepolisian yang terlibat kasus narkoba. Sanksi pemecatan dan hukuman mati menghantui para oknum polisi, yang terlibat dalam kasus tersebut.

Hukuman mati sendiri menjadi komitmen Polri sejak Jenderal Idham Azis, yang saat itu masih menjabat sebagai Kapolri. Kini keputusan hukuman itu berada di tangan Jenderal Listyo Sigit, sebagai orang nomor satu di Korps Bhayangkara yang baru.

Komentar