Selebgram Berkata Kotor dan Kasar di Medsos, Psikolog UNM: Tergerus Itu Norma Sosial

Senin, 22 Februari 2021 11:40

Potongan video klarifikasi Dimas Adipati

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR –Video klarifikasi Dimas Adipati salah seorang selebgram Makassar yang dinilai melanggar protokol kesehatan (prokes) kembali viral. Klarifikasi tersebut dianggap tidak etis karena menggunakan kata-kata kotor.

Video yang diunggah Dimas melalui instastory di akun instagramnya @dimsunstory itu ikut mengundang komentar berbagai kalangan masyarakat.

Hal tersebut juga ditanggapi Psikolog UNM, Eva Meizarra Puspita Dewi. Eva menganggap kalimat kotor yang dilontarkan di media sosial bukan hal yang lumrah. Bahkan itu dapat menggerus norma sosial yang ada di Masyarakat.

“Bicara kasar atau kotor pasti bukan hal lumrah dong. Tergerus itu norma sosial,” ujarnya saat dimintai tanggapan fajar.co.id, Minggu (21/2/2021).

Menurut Eva, maraknya orang atau netizen yang menggunakan bahasa kotor di media sosial akibat ada yang mempopulerkan. Orang tersebut bisa jadi yang memiliki pengikut yang banyak di Media Sosial. Kita menyebutnya influencer.

“Nah kenapa kok jadi makin marak di medsos itu karena biasanya ada yang memulai dan mempopulerkannya. Influencer itu memang bisa mempengaruhi positif maupun negatif,” ujar Eva.

Influencer yang menggunakan bahasa kotor di media sosial dapat membuat dampak yang buruk bagi masyarakat. Warganet yang awalnya canggung karena etika, lama kelamaan merasa enjoy sehingga semakin menjadi.

“Ini yang berbahaya, karena pengaruh buruk pada masyarakat, akhirnya memancing juga orang ikutan berkata kotor, karena banyak yang melakukannya sehingga dianggap biasa,” pungkasnya.

Komentar


VIDEO TERKINI