Sudah Beli Barang Mewah dan Pelesiran ke Hawai, Edhy Prabowo Tegaskan Ekspor Benih Lobster untuk Kepentingan Masyarakat

Senin, 22 Februari 2021 18:16

Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo mengenakan rompi oranye khas tahanan KPK usai ditetapkan sebagai ters...

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Edhy Prabowo menegaskan setiap kebijakan yang dikeluarkannya semasa menjabat sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan didasarkan atas kepentingan masyarakat.

Ia mengatakan, apabila dalam praktiknya menemui kendala, seperti kasus dugaan suap izin ekspor benih lobster yang menjeratnya sebagai tersangka, hal itu dipandang selayaknya konsekuensi yang mesti dihadapi.

“Saya tidak bicara lebih baik atau tidak, saya ingin menyempurnakan (kebijakan). Intinya adalah setiap kebijakan yang saya ambil untuk kepentingan masyarakat. Kalau atas dasar masyarakat itu harus menanggung akibat, akhirnya saya dipenjara, itu sudah risiko bagi saya,” kata Edhy di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta, Senin (22/2).

Dirinya tak menyangkal bahwa kebijakan yang dikeluarkan berpotensi mengandung kesalahan. Namun dirinya menganggap hal itu sebagai tantangan.

“Kalau ada kesalahan, ya ada kesalahan. Saya tidak menapikan pasti ada kesalahan. Tapi kalau kita mau berusaha takut salah kapan lagi kita mau berusaha?” tandasnya.

Edhy memandang program ekspor benih lobster memiliki peluang yang besar untuk menghidupi masyarakat. Terlebih faktanya, menurut dia, pertumbuhan ekonomi di sektor perikanan tumbuh positif meski negara sedang menghadapi pandemi Covid-19.

“Masyarakat penangkap ikan ada tambahan pekerjaan kalau menangkap lobster, satu orang kalau harganya Rp5 ribu sehari dapat 100, ada Rp500 ribu pendapatannya. Siapa yang mau ngasih uang mereka itu? Negara sendiri sangat terbatas untuk itu,” katanya.

Komentar