Sudah Beli Barang Mewah dan Pelesiran ke Hawai, Edhy Prabowo Tegaskan Ekspor Benih Lobster untuk Kepentingan Masyarakat

Senin, 22 Februari 2021 18:16

Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo mengenakan rompi oranye khas tahanan KPK usai ditetapkan sebagai ters...

Selain itu, kata dia, kebijakan ekspor benih lobster turut memberikan pemasukan terhadap kas negara.

“Anda sendiri harus catat, berapa PNBP yang kita peroleh selama 3 bulan itu, ada Rp40 miliar sudah terkumpul bandingkan dengan peraturan yang lama seribu ekor hanya Rp250 rupiah. Di zaman saya 1 ekor seribu ekor minimal, makanya terkumpul uang itu,” imbuhnya.

Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan tujuh tersangka. Ketujuh tersangka itu yakni, Edhy Prabowo, tiga staf khusus Edhy, Andreau Pribadi Misanta, Safri serta Amril Mukminin; Siswadi selaku Pengurus PT Aero Citra Kargo; Ainul Faqih selaku Staf istri Menteri KP; dan Suharjito selaku Direktur PT Dua Putra Perkasa Pratama.

Edhy bersama Safri, Andreau Pribadi Misanta, Siswadi, Ainul Faqih, dan Amril Mukminin diduga menerima suap sebesar Rp 10,2 miliar dan USD 100 ribu dari Suharjito. Suap tersebut diberikan agar Edhy memberikan izin kepada PT Dua Putra Perkasa Pratama untuk menerima izin sebagai eksportir benur.

Sebagian uang suap tersebut digunakan oleh Edhy dan istrinya Iis Rosita Dewi untuk belanja barang mewah di Honolulu, Hawaii, Amerika Serikat pada 21-23 November 2020. Sekitar Rp750 juta digunakan untuk membeli jam tangan Rolex, tas Tumi dan Louis Vuitton, serta baju Old Navy. (riz/fin)

Komentar


VIDEO TERKINI