Bukan Nurhaldin, Wahab Tahir Jagokan Appi di Musda Golkar Makassar

Selasa, 23 Februari 2021 10:21

Wahab Tahir

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — CEO PSM yang juga mantan calon Walikota Makassar Munafri Arifuddin digadang-gadang sebagai calon kuat Ketua DPD II Golkar Makassar berikutnya. Pria yang karib disapa Appi itu telah ambil ancang-ancang maju dalam arena Musda.

Kader muda Golkar yang juga Wakil Ketua DPRD Makassar, Andi Nurhaldin NH juga tak kalah mencuri perhatian. Putra elite Golkar Nurdin Halid itu dianggap berkompeten melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan Golkar Makassar 5 tahun mendatang.

Keduanya telah mengambil formulir pendaftaran pada Minggu 21 Februari di Sekretariat DPD II Golkar Makassar, Jalan Lasinrang.

Ketua Fraksi Golkar DPRD Makassar Abdul Wahab Tahir acungi jempol atas kompetensi kedua sosok tenar tersebut. Cita-citanya dalam mempercepat proses regenerasi di tubuh Golkar hampir pasti tercapai jika Appi dan Nurhaldin disatukan. Bukan justru dibenturkan.

Kader senior Golkar Makassar ini mengaku siap total membantu Appi menuju takhta tertinggi Golkar Makassar. Masuknya Appi ke gelanggang Musda adalah jalan tengah. Juga sesuatu yang luar biasa. Sosoknya bisa memberi rasa sejuk di Golkar Makassar. Bahkan dinilai membawa optimisme untuk menatap sengitnya perhelatan politik kedepan.

“Jangan yang itu itu saja. Golkar butuh tokoh pemersatu yang bisa membangun komunikasi antara elite hingga ke tingkat bawah. Bisa membangun kepengurusan yang mengembalikan Golkar sebagai partai kaderisasi dan karya kekaryaan,” tegas Wahab kepada fajar.co.id, di Gedung DPRD Makassar, Senin (22/2/2021).

Disamping itu, terlepas dari semua proses yang terjadi, selama dua periode ini, Appi dianggap telah beradaptasi dengan baik dan cepat. Sehingga menurut Wahab, Appi berhasil menjadi tokoh. Figur dengan karakter kuat, muda, kreatif dan visioner yang dibutuhkan Golkar untuk kembali menjadi partai yang disegani.

Mendorong Appi menjadi Ketua, bukan berarti menyampingkan Nurhaldin yang notabene tokoh muda potensial.

“Nurhaldin masih muda, masih panjang perjalanan karirnya. Masih butuh pengalaman, utamanya dalam membangun komunikasi politik,” tutur Wahab lagi.

Sehingga alangkah baiknya jika Appi dan Nurhaldin sebagai dua tokoh muda saling berkolaborasi. Satukan kekuatan membesarkan partai Golkar. Jika ingin survive, Golkar harus menghilangkan kompetisi tapi mengedepankan persamaan dan kolaborasi. Kalau sekarang terus berkompetisi energi akan habis.

“Jangan sampai ada orang yang sengaja membenturkan Appi dan Nurhaldin, saya curiga dia pihak ketiga yang ingin menghancurkan Golkar,” tandasnya.

Wahab mengingatkan, Golkar sedang sakit parah. Bukan kompetisi yang dibutuhkan tapi sebuah permufakatan dua tokoh muda mengambil tongkat estafet kepemimpinan Golkar Makassar, menyusun kabinetnya, kemudian lihat hasilnya yang luar biasa.

“Orang seperti Appi dan Nurhaldin jangan dibelah, tapi disatukan supaya Golkar maju. Jika belum apa-apa sudah dibelah, setengah mati kita berkonsolidasi. Appi jadi Ketua, Nurhaldin jadi Wakil atau Sekertaris,” pungkasnya. (endra/fajar)

Komentar