Cabuli Anak-Anak, Begini Pengakuan Guru Privat

Selasa, 23 Februari 2021 10:19

ILUSTRASI pencabulan anak. (Dok. JawaPos.com)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Aksi pencabulan terhadap anak-anak kembali terjadi. Kali ini seorang guru privat di Jakarta Utara berinisial MTP ditangkap usai ketahuan mencabuli 4 anak-anak. Mirisnya, aksi pelaku pelaku sudah berjalan selama 1 tahun terakhir.

MTP mengaku jika perbuatannya ini karena depresi dan stres. Dia juga diketahui gemar menonton film porno. Karena hidup sendiri di Jakarta, sedangkan istrinya di Medan, Sumatera Utara, membuat MTP stres tidak bisa menyalurkan nafsunya.

“Saya sering menggunakan handphone menonton film porno,” kata MTP, Selasa (23/2).

Anak-anak dipilih MTP karena dianggap memiliki kedekatan. Anak-anak tersebut yang sehari-hari berada dilingkungannya. Sehingga nafsu bejat itu pun muncul begitu saja. “Karena mereka yang dekat dengan saya,” jelasnya.

Sebelumnya, seorang guru privat berinisial MTP ditangkap jajaran Polres Metro Jakarta Utara. Dia diduga telah melakukan aksi pencabulan, dengan korban 4 anak laki-laki berusia 6-11 tahun.

Wakapolres Metro Jakut AKBP Nasriadi mengatakan, aksi pelaku ini berkedok membuka perpustakaan umum. Dia kemudian mengundang anak-anak untuk belajar bersama di situ.

“Yang menariknya adalah dia juga memasang wifi di situ, sehingga anak-anak tertarik di situ, baik untuk belajar maupun untuk main game,” kata Nasriadi kepada wartawan, Selasa (23/2).

MTP kemudian akan mencabuli anak-anak yang datang saat korban seorang diri. Korban akan dipanggil lalu dibawa ke sebuah ruangan yang masih berada di satu bangunan dengan perpustakaan tersebut. Ruangan itu kemudian ia kunci agar tidak ada orang dari luar yang masuk.

Untuk melancarkan aksinya, MTP memberikan sejumlah uang kepada korbannya. Aksi bejat pelaku diduga sudah berlangsung selama 1 tahun terakhir. Mirisnya, MTP juga diduga melakukan pencabulan hingga 6 kali terhadap satu korban yang sama.

“Korban tidak diancam, tapi korban diberikan kesenangan yaitu berupa uang Rp 50 ribu, saat tanyakan itu uang buat jajan, jadi dapat Rp 50 ribu setiap ketemu si tersangka dengan syarat harus bisa dilakukan pelecehan seksual,” imbuh Nasriadi. (jpc)

Bagikan berita ini:
9
10
9
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar