Eha Soemantri Terpapar Covid-19 Pasca Divaksin, Gubernur NA: 90 Hari Masa Penguatan Imun

Selasa, 23 Februari 2021 22:01

Direktur Pascasarjana Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Tamalatea, Eha Soemantri

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR, — Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah memberi tanggapan terkait Direktur Pasca Sekolah Ilmu Kesehatan (STIK) Tamalatea Makassar, Eha Soemantri yang sempat terpapar Covid-19 sebelum meninggal.

Nurdin menegaskan, selama 90 hari setelah peyuntikan vaksin itu baru terjadi penguatan imun. Tingkat kekebalan tubuh mulai terbentuk. Oleh karena itu, setelah penyuntikan vaksin tetap harus menerapkan protokol kesehatan.

“Jadi 90 hari masa penguatan imun. 90 hari Insya Allah tingkat kekebalan. Kalau ini vaksin langsung pergi buka masker ketemu orang yang OTG (Orang Tanpa Gejala) kenna lah. Jadi vaksin ini bukan kunfayakun. Tentu tetap masih protokol kesehatan,” kata Nurdin Abdullah, ketika ditemui di Kantor Gubernur, Selasa (13/2/2021).

Lebih lanjut, Mantan Bupati Bantaeng dua periode itu menegaskan bahwa kematian Eha Soemantri bukan karena Covid-19. Tapi Eha memiliki komorbid, yakni asma. “Ya itu seperti itu. Dan dia ada komorbid kan. Dia ada asma. Dan dia sudah negatif,” imbuhnya.

Sebagai informasi, Eha Soemantri menghembuskan nafas terakhirnya di RS Dr Wahidin Sudirohusodo pada Jumat (19/2/2021) lalu. Eha sempat dirawat di RS Pelamonia sebelum dirujuk ke RS Wahidin untuk dirawat di ICU khusus Covid-19.

Sebelum terpapar Covid-19, Eha sempat menerima penyuntikan vaksin pertama dan kedua di RS Dadi Makassar pada Januari lalu bersama jajaran Forkopimda Pemprov Sulsel maupun kota Makassar. (mg10/fajar)

Komentar