Gerakan Magetan Bermasker 24 Jam, Bupati Suprawoto: Kalau Makan Ya Pasti Dilepas

Selasa, 23 Februari 2021 09:01

Ilustrasi seorang ayah memasang masker untuk anaknya. Peneliti Tiongkok beberkan bahwa gejala Covid-19 pada anak berbeda dengan orang dewasa (Mirror)

FAJAR.CO.ID, MAGETAN – Pemerintah Kabupaten Magetan, Jawa Timur resmi memberlakukan kegiatan massal Gerakan Magetan Bermasker 24 Jam bagi warganya untuk memutus penyebaran Covid-19.

Bupati Magetan Suprawoto menjelaskan maksud kegiatan massal tersebut bukan berarti warga harus memakai maskerdi mana pun dan kapan pun selama 24 jam.

Dia menegaskan gerakan ini diharapkan meningkatkan kewaspadaan masyarakat.

“Gerakan Magetan Bermasker 24 Jam jangan dimaknai dengan memakai masker di mana pun dan kapan pun memakai masker selama 24 jam. Harapan kami adalah kewaspadaan, akan baik jika memakai masker di rumah,” kata Suprawoto, Senin (22/2).

“Kalau makan ya pasti dilepas sementara, dengan tetap berdasarkan protokol kesehatan,” tambahnya.

Suprawoto mengatakan Gerakan Magetan Bermasker 24 Jam berlangsung mulai 21 Februari sampai dengan 7 Maret 2021.

Menurutnya, persebaran Covid-19 di Magetan dalam dua bulan terakhir ini cukup tinggi dan didominasi melalui transmisi lokal atau dalam keluarga.

Selain kasus konfirmasi, tercatat angka kematian karena Covid-19 di Magetan juga tinggi yakni di atas rata-rata Provinsi Jawa Timur dan nasional.

“Dari itulah, perlu adanya gerakan-gerakan ekstra yang tidak seperti biasa. Salah satunya adalah Gerakan Magetan Bermasker 24 Jam,” katanya.

Adapun Gerakan Magetan Bermasker 24 Jam tersebut dilakukan berdasarkan hasil evaluasi tim Satgas Covid-19 Magetan serta berbagai kajian bersama Universitas Airlangga.

Komentar