Hak Diskresi Bikin AD/ART Partai Tak Berguna

Selasa, 23 Februari 2021 12:35

Ketua DPD Golkar Sulsel, Taufan Pawe

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Perebutan suara di Musda Golkar bakal sengit. Saling klaim jumlah dukungan suara bisa saja terjadi.

Pendaftaran calon ketua DPD II Golkar Makassar sudah resmi ditutup. Ada empat peserta yang mendaftar. Yakni Munafri Arifuddin (Appi), Nurhaldin, Juniar Arge (Jun), dan M Fadil Rezky.

Mereka bakal memperebutkan 21 suara pada musda yang akan digelar pada Sabtu, 6 Maret nanti. Kemungkinan saling klaim suara pun diprediksi akan menguat pada dua calon, yaitu Munafri Arifuddin (Appi) dan Nurhaldin.

Pengamat Politik Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar Andi Luhur Prianto menilai siapa pun yang memimpin Golkar Makassar perlu bercermin dari kepemimpinan Farouk M Betta. Status formal tidak selalu berbanding dengan otoritas.

“Mekanisme diskresi ketua umum sudah menjadikan Golkar mengarah ke personalisasi party. Semua persyaratan normatif bisa dibatalkan oleh hak diskresi,” kata dia.

Diskresi merupakan kebijakan khusus ketua yang lebih tinggi untuk memuluskan jalan seorang calon ketua agar bisa maju bersaing. Dengan diskresi, persyaratan teknis bisa ditiadakan.

Saat ini, menurut Luhur, hak pilih sudah kehilangan makna di tengah hak diskresi ketua. Terutama dalam melakukan veto regulasi normatif di partai.

“Kalau Appi mengambil kepemimpinan di Golkar, maka determinasi kepemimpinan DPD I tidak akan powerful. Appi punya jejaring dan akses langsung ke DPP,” sebut Luhur.

Komentar


VIDEO TERKINI