Jaksa Kaget, Pejabat hingga Cleaning Service Dinas Pariwisata Terima Uang Korupsi

Selasa, 23 Februari 2021 21:01

Kepala Kejari Buleleng I Putu Gede Astawa (tengah) saat memberikan keterangan pers beberapa waktu lalu. (Eka Prasetya/Radar Bali)

FAJAR.CO.ID, SINGARAJA– Kejaksaan Negeri (Kejari) Buleleng terus mendalami aliran dana dari perkara korupsi program Buleleng Explore dan sosialisasi penerapan protokol kesehatan.

Kedua program yang dijalankan Dinas Pariwisata Buleleng itu, dibiayai oleh dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Pariwisata.

Kepala Kejari Buleleng I Putu Gede Astawa mengatakan, berdasarkan penghitungan tim penyidik, kerugian negara dalam perkara korupsi itu diperkirakan mencapai Rp 650 juta.

Sejauh ini dari dana yang diduga dikorupsi itu, baru Rp524 juta saja yang telah disita oleh penyidik.

Menurut Astawa uang itu diterima oleh seluruh staf di Dispar Buleleng. Mulai dari pejabat eselon II hingga pegawai yang berstatus cleaning service maupun petugas jaga malam.

Bahkan nilai pembagian uang hasil korupsi pun bervariasi, yakni dengan nilai pembagian terkecil yakni sebesar Rp200 ribu dan terbesar hingga mencapai ratusan juta.

Nilai terkecil itu yakni mereka yang bekerja sebagai pegawai terbawah.

“Pegawai terbawah yang tugasnya setara dengan cleaning service, hanya menerima uang senilai Rp 200 ribu. Namun para pegawai itu secara kooperatif mengembalikan dana pada penyidik kejaksaan,”terang Gede Astawa.

Menurut Astawa, hasil keterangan para staf saat mengembalikan uang hasil korupsi PEN Pariwisata di kantor Kejari Buleleng,hampir sebagian besar staf/pegawai mengaku tidak tahu.

“Mereka ini tidak tahu uang dari mana. Karena kami sudah sampaikan agar ini dikembalikan, mereka secara kooperatif mengembalikannya pada penyidik,”imbuhnya.

Komentar