Pastikan Mundur Sebelum Bertanding, Nurhaldin: Belum Waktunya

Selasa, 23 Februari 2021 10:32

Nurhaldin

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Kader muda Golkar yang juga Wakil Ketua DPRD Makassar, Andi Nurhaldin NH memastikan tidak akan mengembalikan formulir pendaftaran bakal calon Ketua DPD II Golkar Makassar. Itu artinya, putra elite Golkar Nurdin Halid itu batal masuk gelanggang Musda.

Secara gamblang Nurhaldin menyatakan, saat ini bukan waktu yang tepat baginya maju sebagai Calon Ketua Golkar Makassar. Memang usianya masih sangat muda. Karir politiknya masih panjang. Nurhaldin ingin banyak belajar lagi dan ditempa pengalaman.

“Jika ditanya keinginan jadi ketua, tentu besar keinginan itu. Tapi mungkin bukan sekarang. Belum waktunya menurut saya,” ucap Nurhaldin saat ditemui fajar.co.id di ruang kerjanya, Gedung DPRD Makassar, Senin (22/2/2021).

Lebih lanjut Nurhaldin membeberkan tidak mendapat restu dari konstituennya khususnya warga Panakukang-Manggala lantaran mereka melihat fokus Nurhaldin tentu akan terpecah antara mengurus partai dan mengakomodir aspirasi masyarakat.

“Setelah bertemu dengan konstituen, saya disarankan tidak maju sebagai Ketua Golkar Makassar karena konstituen melihat fokus saya akan terpecah antara mengurus partai dan kebijakan saya sebagai Wakil Ketua DPRD Makassar,” bebernya.

“Karena jabatan wakil rakyat ini sudah mereka amanahkan ke saya, dan saya tidak mungkin mengkhianati itu. Dan mereka juga menganggap saya tidak bisa fokus terhadap banyak hal. Lebih baik saya fokus atas amanah yang sekarang ini dipercayakan ke saya. Artinya konstituen yang memilih saya di Pileg 2019 lalu tidak menyetujui saya maju sebagai Ketua Golkar Makassar. Mereka maunya saya fokus terhadap aspirasi masyarakat,” lanjut Nurhaldin lugas.

Lantas bagaimana jika belakang muncul diskresi untuknya? Menurut Nurhaldin, jika muncul diskresi terhadap siapapun bakal calon, ia tidak mau melawan perintah ketua. Jika diskresi itu turun, besar kemungkinan sosok itu yang akan terpilih. Sebagai kader yang baik, tidak mungkin dirinya melawan itu.

“Saya belum banyak terlibat dalam kepengurusan dan kerja-kerja partai, apalagi jadi ketua. Tapi jika seandainya saya dapat diskresi, mau tidak mau saya harus patuh dan fokus atas amanah tersebut,” ungkapnya.

Namun jika disuruh memilih, Nurhaldin saat ini ingin fokus mengawal aspirasi masyarakat, utamanya dalam penanggulangan Covid-19 yang belum juga mereda.

Nurhaldin juga memastikan, apapun keputusannya termasuk dalam berpolitik, keluarga besarnya utamanya sang ayah, Nurdin Halid akan mendukung penuh.

Ditegaskan, selama ini tidak ada dorongan apalagi paksaan dari Nurdin Halid untuk maju sebagai Ketua Golkar. Tidak ada sama sekali.

“Jika kita ingin berpolitik keluarga, pada Pileg 2014 lalu, pastinya saya sudah jadi Anggota Dewan ketika itu. Kalau kita mau kasar, tapi kan kenyataannya tidak. Prinsip keluarga kami, NH sudah menyiapkan lahan, silahkan kau garap sendiri. Urusan menang atau kalah itu urusan pribadi, tergantung usaha. Tidak ada intervensi dari beliau,” tegasnya.

“Contoh lain, beliau pada 2019 lalu kan Ketua Golkar Sulsel, 8 orang dari keluarga saya nyaleg, kalau memang NH mau, semuanya bakalan jadi atau minimal 50 persen, tapi kan kenyataannya hanya saya yang jadi. Tidak pernah juga dia kampanyekan kami bagaimana caranya 8 orang ini menang. Bagaimana adiknya menang atau anaknya menang. Kenyataannya kan tidak,” pungkas Nurhaldin menutup. (endra/fajar)

Komentar