Pernyataan soal Kitab Suci dan UU ITE, Prof Henry Subiakto: Terlalu Banyak Orang yang Suka Melintir

Selasa, 23 Februari 2021 11:13

Prof Henri Subiakto, Staf Ahli Menkominfo. (Twitter/@henrysubiakto)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Staf Ahli Menteri Komunikasi dan Informatika RI Bidang Hukum, Prof Henry Subiakto merasa ucapannya soal kitab suci dan UU ITE dipelintir.

“Terlalu banyak orang yang suka melintir dan ingin lihat orang lain salah. Maka hasil pelintiran pun selalu laris manis untuk mereka yang memang di otaknya dipenuhi dengan kedengkian yang berkarat,” kata Henry Subiakto, dikutip dari akun Twitter pribadinya, @henrysubiakto.

Ucapan Henry Subiakto soal kitab suci dan UU ITE disampaikan dalam sebuah diskusi bertajuk ‘UU ITE Bukan Revisi Basa-Basi’.

“Dalam sebuah diskusi. Saya bilang: “Kitab suci saja bisa diinterpretasi macam-macam, apalagi UU.” Terus muncul berita plintiran, Henri Subiakto menyamakan UU dengan kitab suci,” cuit Henry, Selasa (23/2).

Henry mengatakan orang yang memelintir ucapannya bermental tempe tanpa etika.

“Mereka wawancara saya juga tidak tiba-tiba bikin berita pelintiran. Itulah mental tempe tanpa etika,” cetus Henry.

Sebelumnya, Henry membandingkan UU ITE dengan kitab suci yang sering ditafsirkan bermacam-macam, bahkan dengan penafsiran yang salah.

Hal tersebut disampaikan Henry Subiakto dalam diskusi bertajuk ‘UU ITE Bukan Revisi Basa-Basi’ pada Sabtu (20/1/2021).

“Tidak berarti kalau ada kasus buruk dengan interpretasi yang salah, UU itu harus diubah. Coba Anda lihat kitab suci pun sering ditafsir masing-masing dan salah, tapi kan tidak langsung mau diubah,” kata Henry. (pojoksatu/fajar)

Komentar