Elektabilitasnya Kalahkan Tiga Menteri Jokowi, HRS Dinilai Sulit Maju di Pilpres, Ini Alasannya

Rabu, 24 Februari 2021 16:57

Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab. (Issak Ramdhani/Fajar Indonesia Network)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Ujang Komarudin menilai Habib Rizieq Shihab sulit berkontestasi di Pilpres 2024, meskipun elektabilitas eks imam besar FPI itu cukup tinggi dibandingkan para menteri kabinet Indonesia Maju.

Sebagaimana diketahui, elektabilitas Rizieq disebut lebih tinggi dari nama tiga menteri seperti Erick Thohir, Sri Mulyani, dan Airlangga Hartarto.”Sepertinya enggak bisa berkontestasi,” kata Ujang saat dihubungi jpnn, Rabu

Menurut Ujang, Habib Rizieq saat ini disibukkan dengan kasus hukum, sehingga sulit berkontestasi pada 2024.

Secara politik, orang yang tersangkut hukum juga sulit untuk dipilih masyarakat. Selain itu, organisasi yang dipimpin Habib Rizieq sudah dilarang pemerintah. Dengan begitu Habib Rizieq sulit bermanuver tanpa organisasi.

“Sulit. Sudah dikunci oleh pemerintah. Sudah target operasi. Itu susahnya,” ujar dia.

Ujang menilai, elektabilitas Habib Rizieq sulit melejit tinggi. Habib Rizieq saat ini bukan tokoh yang bebas berpolitik, karena masih menjalani masa penahanan.

“Elektabilitas HRS (Habib Rizieq Shihab, red) akan mandek, karena HRS bukan lagi tokoh yang bebas berpolitik. Artinya karena HRS dipenjara, maka tidak bisa melakukan gerakan-gerakan politik,” ungkap dia.

Sebelumnya, Lembaga Survei Indonesia mencatat elektabilitas Habib Rizieq Shihab sebesar 0,7 persen dalam simulasi semi terbuka.

Elektabilitas Habib Rizieq lebih tinggi daripada milik Menteri BUMN Erick Thohir (0,6 persen), Menkeu Sri Mulyani (0,5 persen) dan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (0,3 persen).Dalam survei LSI itu, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto mengantongi elektabilitas tertinggi yakni sebesar 22,5 persen.

Komentar


VIDEO TERKINI