Nissa Sabyan Bukan Perempuan “Penggoda”

Rabu, 24 Februari 2021 15:11

Maemanah

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Pelantun lagu “Ya Maulana”, Nissa Sabyan belakangan ini diterpa kabar kurang menyenangkan. Dunia hiburan tanah air sedang ramai memberitakan kisah cintanya dengan keyboardist bandnya sendiri, Ahmad Fairus alias Ayus yang diketahui telah berumah tangga dengan seorang perempuan bernama Ririe Fairuz serta memiliki dua orang anak.

Akibatnya, masyarakat kini menyebut Nissa Sabyan sebagai penggoda suami orang.

Namun, pandangan “penggoda” itu ditanggapi berbeda oleh Maemanah, salah seorang aktivis perempuan. Menurutnya, pemahaman minim masyarakat tentang gender serta turut didukung budaya patriarki yang masih memegang teguh prinsip mengutamakan laki-laki menyebabkan Nissa Sabyan mendapatkan perlakuan yang diskriminatif.

“Mereka berdua (Nissa Sabyan dan Ayus) menjalin cinta adalah hubungan konsensual (kesepakatan). Sama-sama mau,” kata Maemanah. Rabu (24/2/2021).

Akademisi UNSA Makassar ini juga mengatakan memperjuangkan keadilan gender merupakan agenda kemanusiaan yang tidak akan ada habisnya, karena mempersoalkan gender sama saja artinya menggugat keistimewaan yang kita peroleh akibat ketidakadilan gender. Hambatan yang paling pokok dalam perjuangan ini adalah budaya patriarki.

Perjuangan perempuan untuk membebaskan diri dari budaya patriarki adalah faktor fundamental untuk memanusiakan manusia.

“Erich Fromm dalam The Anatomy of Human Destructiveness telah membahas bahwa lelaki berkuasa atas baru dimulai sekitar 6.000 tahun yang lalu di berbagai belahan dunia ketika surplus dalam pertanian mengakibatkan terjadinya eksploitasi pekerja, pembentukan organisasi militer, dan pembangunan negara-kota yang kuat. Bermula saat itu, bukan hanya masyarakat Timur Tengah dan Eropa, akan tetapi sebagian besar kebudayaan dunia telah ditaklukkan oleh “kelompok laki-laki” yang mendominasi perempuan,” jelasnya.

Komentar