Perokok Aktif Dominasi Usia 25 Hingga 38 Tahun, Legislator Ungkap Perda KTR Harus Konsisten

Rabu, 24 Februari 2021 19:37

(IST)

FAJAR.CO.ID,MAKASSAR — Anggota DPRD Kota Makassar, Azwar meminta pemerintah kota menggencarkan sosialisasi mengenai Kawasan Tanpa Rokok (KTR) guna menyadarkan masyarakat agar merokok di tempat yang sudah ditentukan.

Peraturan Daerah Kota Makassar Nomor 4 Tahun 2013 tentang Kawasan Tanpa Rokok telah mengatur cakupan kawasan bebas asap rokok. Di antaranya lingkungan perkantoran, tempat pelayanan kesehatan, tempat pendidikan, tempat bermain anak, tempat ibadah, angkutan umum, tempat umum, dan tempat lain yang ditetapkan oleh pemerintah.

“Pemerintah harus tegas tidak boleh merokok di tempat terlarang itu. Mesti ada pengumuman yang ditempel di tempat itu agar warga paham ada aturan yang mengatur soal ini,” jelas Azwar di Hotel Grand Town Makassar, Rabu (24/2/2021).

Ia mengaku, Perda ini belum sepenuhnya efektif untuk mengurangi konsumsi rokok. Salah satu sebabnya adalah kepatuhan dalam penegakan aturannya. “Memang belum efektif. Makanya perlu penegakan serius dari pemerintah,” imbuh Azwar.

Perlu diketahui, studi yang dilakukan Sekolah Kajian Stratejik dan Global Pusat Kajian Jaminan Nasional Universitas Indonesia menyebut, 33,03 persen pemuda usia 18-24 tahun masih menjadi perokok aktif, disusul usia 39 tahun sebanyak 41,75 persen. Sementara perokok aktif berada pada usia 25-38 tahun dengan persentase 44,75 persen.

“Pemerintahan memang harus konsisten menerapkan KTR. Ini seharusnya menjadi perhatian banyak pihak dan pemerintah khususnya, karena kawasan tanpa rokok sebenarnya upaya melindungi masyarakat agar tidak menjadi perokok pasif,” tutup politisi PKS itu. (endra/fajar)

Komentar