Suap Bansos Covid-19, KPK Garap Vloro Maxi Sulaksono

Rabu, 24 Februari 2021 15:32

Juru bicara KPK, Ali Fikri di Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan. (Muhammad Ridwan/JawaPos....

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengagendakan pemeriksaan terhadap Direktur PT Cipta Mitra Artha Vloro Maxi Sulaksono.

Vloro sedianya diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan suap pengadaan bantuan sosial (bansos) penanganan Covid-19 untuk Jabodetabek pada 2020.

Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri mengatakan, Vloro Maxi akan dimintai keterangannya untuk melengkapi berkas penyidikan tersangka Matheus Joko Santoso (MJS) yang merupakan pejabat pembuat komitmen (PPK) di Kementerian Sosial.

“Saksi Vloro Maxi Sulaksono, Direktur PT Cipta Mitra Artha diperiksa untuk tersangka MJS,” ujar Fikri dalam keterangan yang diterima, Rabu (24/2).

Ia masih merahasiakan materi apa yang akan ditanyakan kepada Vloro Sulaksono. Namun berdasarkan informasi perusahaan Vloro Maxi, PT Cipta Mitra Artha merupakan salah satu perusahaan yang mengerjakan proyek bansos Covid-19.

PT Cipta Mitra Artha diduga mendapatkan kuota sebanyak 1,25 juta paket dengan nilai kontrak sebesar Rp 337,5 miliar.

Saat ini, KPK sudah menetapkan lima orang tersangka yakni mantan Menteri Sosial Juliari P Batubara, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di Kemensos Matheus Joko Santoso dan Adi Wahyono serta dari pihak swasta Ardian Iskandar Maddanatja dan Harry Van Sidabukke.

Dua tersangka pemberi suap, yakni Harry Sidabukke dan Ardian Iskandar Maddanatja telah rampung penyidikannya.

Dalam kasus ini, KPK menduga Juliari telah menerima suap dari dua periode paket sembako untuk bantuan sosial (bansos) penanganan Covid-19 sebesar Rp 17 miliar.

Komentar


VIDEO TERKINI