Tilep Dana Bantuan Padat Karya, Kejari Lutra Tahan Oknum ASN Dinas Pertanian

Rabu, 24 Februari 2021 20:26

FAJAR.CO.ID, MASAMBA– Tim penyidik Kejaksaan Negeri Luwu Utara ( Masamba ), membongkar dugaan korupsi dana bantuan padat karya produktif infrastruktur, sarana dan prasarana pengembangan jalan produksi pertanian dalam rangka pemilihan ekonomi nasional dampak Covid 19 tahun anggaran 2020. Dana bantuan ini berasal dari Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana go Pertanian.

Selain menetapkan tiga orang tersangka, tim penyidik Kejari Lutra juga menyita barang bukti uang tunai Rp300 juta. Mereka yang ditetapkan tersangka yakni berinisial YFA, BS, dan HS. Setelah menjalani pemeriksaan, ketiganya langsung dijebloskan ke dalam hotel prodeo.

Kepala Kejaksaan Negeri Luwu Utara, Haedar, saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (24/02/2021) menyatakan, bantuan pemerintah padat karya produktif infrastruktur, prasarana pertanian, oleh tersangka, dananya dipotong 35 persen dari setiap Kelompok Tani di Kecamatan Mappideceng.

Uang pemotongan itu disetorkan kepada fasilitator dan oknum pegawai di Dinas Pertanian Kabupaten Luwu Utara. Dari persentase itu, kata Haedar, Kejari Lutra mengamankan uang tunai sebesar Rp300 juta dan ada kemungkinan akan masih bertambah jumlahnya

“Jumlah pagu anggaran sebesar Rp1 miliar sudah bergulir di meja penyidik Pidsus Kejaksaan Negeri Luwu Utara. Sejumlah kelompok tani di Kecamatan Mappideceng tepatnya Desa Sumber Wangi dan Sumber harum telah mengakui memberikan uang sebesar 35 persen kepada fasilitator Kelompok Tani atas perintah dan petunjuk dari oknum pada Dinas Pertanian Kabupaten Luwu Utara dah oknum fasilitator gapoktan. Dia menyebutkan potongan 35 persen itu adalah untuk biaya Adminstrasi, ATKpadahal dalam petunjuk teknis kegiatan biaya adminstrasi dan ATK hanya 3 persen dari anggararan yang telah diberikan,” tegas Haedar.

Komentar