Dana BOP TPQ Disunat, Diduga Mengalir ke Kementerian Agama Wajo

Kamis, 25 Februari 2021 21:35

Kepala Kantor Kemenag Wajo, Anwar Amin tertutup saat hendak ditemui awak media. Padahal berada didalam ruangannya. (FOTO...

FAJAR.CO.ID, SENGKANG — Sejumlah pengurus Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) di Kabupaten Wajo mengeluh. Mereka mengadukan dugaan pemotongan dana Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) dari Kementerian Agama (Kemenag) RI.

Persoalan ini diutarakan pengurus TPQ saat mendatangi ruang pimpinan DPRD Wajo, Rabu (24/2/2021) kemarin. Keluhan mereka pun diterima Wakil Ketua II DPRD Wajo, Andi Senurdin Husaini dan beberapa legislator lainnya.

Di hadapan anggota dewan, pengurus TPQ asal Kecamatan Tempe mengaku, potongan tersebut dialami sebagian besar lembaga di bawah naungan Kementerian Agama Wajo di antaranya TPQ, Madrasah Diniyah Takmiliah (MDT), dan Pondok pesantren (Ponpes).

“Pemotongan itu bervariasi. Ada Rp1,5 juta hingga Rp3,5 juta. Belum lagi yang dari MDT dan ponpes,” keluh AR yang namanya minta diinisialkan.

Sekadar diketahui, bantuan yang dipotong merupakan Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) tahun 2020 dari Kemenag RI. Bantuan hibah itu diberikan untuk program pemulihan ekonomi.

Bantuan itu dikirim ke rekening lembaga. Untuk tahun 2020 penyaluran dilakukan 4 tahap. Setiap penyalurannya, TPQ menerima senilai Rp10 juta, MDT bervariasi, sedangkan Ponpes besarannya berdasarkan jumlah santri dan santriwati.

“Ada tiga oknum dari Kemenag Wajo bertugas meminta uang ke setiap lembaga, mengatasnamakan Kepala Kemenag Wajo, Anwar Amin,” tambah pengurus TPQ asal Kecamatan Tanasitolo, inisial S.

Sementara itu, Kepala Kemenag Wajo, Anwar Amin yang hendak dikonfirmasi, enggan untuk ditemui awak media. Alasannya, lelah lantaran baru pulang dari perjalanan dinas.

Bagikan berita ini:
4
5
6
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar