Fakta Persidangan, Djoko Tjandra Pernah Diajak Bertemu Wapres Ma’ruf Amin

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID -- Terdakwa kasus pengurusan fatwa Mahkamah Agung (MA), Djoko Tjandra, menyampaikan pernah diajak saksi bernama Rahmat untuk bertemu dengan Wakil Presiden Ma’ruf Amin di Kuala Lumpur, Malaysia.

Pernyataan ini disampaikan Djoko Tjandra saat menjalani pemeriksaan sebagai terdakwa.

“Dia (Rahmat) telepon saya, (bilang) ‘Pak Djoko kita mau ke Malaysia karena ada kunjungan kerja’. Beliau bilang Pak Kiai, panggilannya Abah, mau ke Kuala Lumpur, yaitu yang sekarang jadi Wapres kita, mau ke KL,” kata Djoko Tjandra di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Kamis (25/2/2021).

Meski demikian, pertemuan itu tidak terealisasi. Hal itu karena Ma’ruf Amin batal melalukan kunjungan kerja ke Malaysia.

“Saya bilang, oh dengan senang hati, (untuk) waktu tidak ditentukan kapan, itu saya dengar lagi badannya kurang enak badan jadi nggak jadi datang,” cetus Djoko.

Rahmat dalam persidangan terdakwa Pinangki Sirna Malasari yang juga terseret kasus yang sama, mengakui mempunyai kedekatan dengan Wakil Presiden Ma’ruf Amin. Kedekatannya dengan Ma’ruf Amin saat masih duduk sebagai Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI). Dia pun mengaku pernah berfoto bersama Ma’ruf Amin.

“Pernah Pak (berfoto) pasti orang saya dampingi kok,” ujar Rahmat saat bersaksi untuk terdakwa Pinangki Sirna Malasari, Senin, 9 November 2020 lalu.

Dia pun menegaskan, pernyataan ini disampaikan secara jujur dan tidak mengada-ada. “Iya jujur,” tegas Rahmat.

Djoko Tjandra didakwa bersama Tommy Sumardi memberikan suap ke dua jenderal polisi, yaitu mantan Kadiv Hubinter Polri Irjen Napoleon Bonaparte senilai SGD 200 ribu dan USD 270 ribu. Sementara itu kepada mantan Karo Korwas PPNS Bareskrim Brigjen Prasetijo Utomo senilai USD 150 ribu.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan