Kader ‘Kutu Loncat’ Gerogoti Demokrat Sulsel, Pengamat: Pragmatisme Segalanya

Kamis, 25 Februari 2021 20:07

Ilustrasi Partai Demokrat

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Fenomena pindah partai atau perilaku kutu loncat menggerogoti Partai Demokrat Sulawesi Selatan.

Terbaru, Bupati terpilih Toraja Utara Yohannis Bassang meninggalkan Demokrat dan mencalonkan diri sebagai Ketua Golkar Torut.

Sebelum itu, lebih dahulu Wakil Bupati Kepulauan Selayar Saiful Arif yang lompat keluar melepas statusnya sebagai kader Demokrat. Sikap itu menciptakan kesan menonjolnya pragmatisme yang dimiliki seorang politisi atau kepala daerah.

Pengamat politik Arif Wicaksono menjelaskan fenomena kutu loncat akan selalu menjadi keniscayaan di partai politik, tidak hanya di Demokrat Sulsel.

Sebab, kata dia, mayoritas partai politik di Indonesia memiliki perilaku umum, yakni perilaku atau tipologi “catch-all” dalam bahasa kajian kepartaian.

“Tipologi perilaku partai ini dalam kajiannya, terlalu mengedepankan rasionalitas dan pragmatisme diatas segalanya, termasuk platform dan mungkin ideologi partai,” tutur Arief kepada Fajar.co.id, Kamis (25/2/2021).

Tipologi “catc-all” dalam perilaku partai berkembang tidak lepas dari modernisasi. Masyarakat yang dinilai semakin cerdas dalam memilih partai atau menggunakan hak pilihnya.

Sehingga partai yang sadar akan kondisi itu, berusaha merangkul banyak pihak tanpa ada pembedaan sebab berorientasi pada pemenangan pemilu.

Menurut Arief, kondisi dan dinamika di internal partai turut berpengaruh terhadap fenomena kutu loncat. Sementara bagi kader yang meloncat, memiliki pemikiran yang pragmatis dan mengincar tempat yang lebih menguntungkan.

Komentar