Kemendikbud Luncurkan Kampus Mengajar, Pengamat : Anggaran Besar Tidak Sesuai dengan Hasil

Kamis, 25 Februari 2021 13:41

Prof. Arismunandar

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Program Kampus Mengajar merupakan bagian dari Kampus Merdeka, yang diluncurkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI (Kemendikbud), dalam membantu proses belajar siswa sekolah dasar yang terhambat selama pandemi Covid-19.

Program ini juga merupakan kerja sama antara Kemendikbud dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), dan akan diikuti oleh 15.000 mahasiswa dari seluruh Indonesia. Sehingga mahasiswa yang mengikuti program Kampus Mengajar selama tiga bulan dan akan mendapat bantuan biaya hidup Rp 700 ribu per bulan dan uang kuliah tunggal (UKT) maksimal Rp 2,4 juta.

Kampus Mengajar ini bertujuan memberikan kesempatan belajar dan mengembangkan diri di luar kelas kuliah. Nantinya mahasiswa akan membantu para guru, memberikan pengajaran di sekolah SD yang berakreditasi C dan belum terakreditasi. Utamanya di daerah 3T (Terdepan, Terluar Tertinggal).

Menanggapi hal itu, pakar pendidikan Prof. Arismunandar, menilai program kampus mengajar ini tidak efektif dilaksanakan di masa pandemi saat ini. Banyak kekhawatiran yang mesti kita perhatikan.

“Kalau saat ini, program kampus mengajar yang di luncurkan Kemendikbud, tentu tidak efektif jika dilaksanakan di masa pandemi. Mengingat, angka penyebaran virus Covid-19 belum bisa kita katakan melandai, meskipun itu dilakukan di daerah 3T. Sehingga bisa jadi adanya korban dan klaster baru penyebaran virus Covid-19,” tutur Prof. Aris, kepada fajar.co.id melalui via sambung telepon, Kamis, (25/2/2021).

Komentar