Makassar Berstatus Siaga Banjir Bandang, Dewan Desak Penambahan Kolam Retensi

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR -- Kota Makassar masuk dalam 17 daerah di Sulsel dengan status siaga banjir bandang. Pemerintah kota harus segera melakukan pemetaan daerah rawan banjir agar warga bisa dievakuasi sejak dini.

Ketua Komisi C bidang Pembangunan dan Infrastruktur DPRD Makassar Abdi Asmara mendesak perlu adanya solusi jangka panjang untuk mengatasi persoalan klasik ini, salah satunya adalah menghadirkan area serapan sekaligus menjadi wilayah buangan air.

Legislator Demokrat itu menilai kolam retensi tersebut akan mampu menyelesaikan persoalan konektifitas buangan air yang masih banyak ditemukan di sejumlah titik.

Memang tidak mudah merealisasikan pengadaan kolam retensi di Kota Makassar karena terkendala lahan. Pasalnya, kolam retensi membutuhkan lahan yang luas agar serapan bisa berjalan efektif.

"Jangan sampai kolam dibuat justru tidak berjalan sesuai fungsinya," ucapnya, Kamis (25/2/2021).

"Yang terjadi adalah mampu tidak kolam retensi ini menampung, contoh misalnya di wilayah Urip Sumoharjo di depan kantor Gubernur, kan sudah ada sebenarnya kolam di situ yang dibangun, tetapi karena debit air yang lebih besar dari pada penampungnya, sehingga terjadi genangan dan banjir," sambung Abdi.

Selain itu nantinya kolam akan berfungsi ganda, selain mengatasi banjir, juga menjadi solusi pada saat musim kemarau dimana masyarakat sering dilanda kekeringan.

Salah satu wilayah yang paling memungkinkan untuk dijadikan kolam retensi adalah wilayah Tamalanrea dan Biringkanaya, lahan yang tersedia di sana masih memungkinkan untuk dibuat kolam retensi yang berfungsi menjadi wilayah buangan air dari daerah lain.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan