Ni’matullah Pimpin Ikrar Setia Kader Demokrat ke AHY, Upaya Kudeta Masih Bergulir

Kamis, 25 Februari 2021 20:44

Ketua DPD Demorkat Sulsel, Ni'matullah Erbe.

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Ketua DPD Demokrat Sulawesi Selatan Ni’matullah Erbe memimpin pembacaan ikrar setia terhadap konstitusi Partai Demokrat yang telah menetapkan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai ketua umum.

Wakil Ketua DPRD Sulsel itu mewakili 33 DPD Partai Demokrat lainnya dalam pengucapan sumpah.

Seluruh Ketua DPD menegaskan putra sulung mantan Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono itu adalah Ketua Umum yang sah berdasarkan hasil Kongres V Partai Demokrat tahun 2020 lalu.

Ullah, begitu Ni’matullah akrab disapa, menjelaskan setidaknya ada tiga poin penting dalam ikrar yang dibacakannya.

Pertama, pernyataan setia, tunduk, dan patuh terhadap hasil konstitusi. Kedua, menegaskan sikap melawan pelaku Gerakan Pengambilalihan Kepemimpinan Partai Demokrat (GPK-PD).

Ketegasan itu juga diiringi usulan 34 DPD Demokrat meminta DPP untuk melakukan pemecatan terhadap kader yang berkhianat dan melanggar etika politik. Ketiga, ikrar bertekad membangun dan membesarkan partai yang dinilai sedang bangkit dan diterima publik.

Pembacaan ikrar 34 DPD Demokrat se-Indonesia itu disampaikan langsung kepada AHY di Cikeas, Bogor, pada Selasa (23/2/2021) kemarin.

Kudeta Masih Bergulir

Ulla mengungkapkan, upaya kudeta masih terus bergulir terhadap kepemimpinan AHY. Sebab, masih ada pihak-pihak yang berupaya menggalang terlaksananya Kongres Luar Biasa walaupun secara ilegal.

“Memang masih ada pihak-pihak yang ingin menyelenggaran KLB secara ilegal, mereka masih aktif bergerak. Bahkan terdeteksi secara langsung,” kata Ullah dalam keterangan tertulisnya, Kamis (25/2/2021).

Ullah mengatakan modus upaya kudeta yang dilakukan beragam. Mulai dari merayu dan merebut Ketua DPC sebagai pemilik suara sah dalam Kongres hingga pengurus DPC biasa yang tercatat dalam SK kepengurusan.

Adanya ikrar tersebut, kata Ullah, bisa menjadi tameng menghalangi tawaran hingga rayuan dari oknum yang menginginkan KLB terlaksana. Harapannya, seluruh Ketua DPC Demokrat se-Indonesia bersikap tegas untuk menolak upaya kudeta bagaimana pun bentuknya.

“Sudah dua pekan kita berbaik hati, menghormati dia sebagai bagian Demokrat. Tapi kalau konteksnya mengarah ke KLB terus, saya instruksikan usir orang itu,” tegas Ullah. (mg9/fajar)

Bagikan berita ini:
1
1
5
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar