Oknum Polisi Mabuk Tewaskan Tiga Orang, Pakar Psikologi Forensik Sampaikan Ini

Kamis, 25 Februari 2021 22:02

Oknum polisi berinisial CS, pelaku penembakan di kafe Cengkareng. IST

“Kabarnya, polisi pakai pasal 338 KUHP. Sebutlah, ini pembunuhan murni, memang ada niatan untuk menghabisi para korban. Pertanyaannya, dari ketiga korban, apakah pelaku memang membunuh ketiganya?” kata Reza.

Peraih gelar MCrim (Forpsych, master psikologi forensik) dari Universitas of Melbourne ini kemudian menyampaikan analisis mengenai kejadian tersebut.

“Adakah korban yang sesungguhnya sebatas akan dianiaya namun penganiayaan itu mengakibatkan korban meninggal dunia? Jika bisa disisir seperti itu, pasalnya akan berbeda. Bukan 338,” sambung Reza. Namun, dia mengaku belum mengetahui persis bagaimana peristiwa itu terjadi. Terutama tentang deskripsi tempat kejadian di perkara atau TKP. termasuk interaksi korban dan pelaku.

“Saya sendiri belum tahu bagaimana deskripsi situasi di TKP, kondisi pelaku, dan interaksinya dengan para korban. Kalau pelaku mabuk, bagaimana niatan untuk membunuh korban bisa dijelaskan,” jelas pakar asal Rengat, Indragiri Hulu, Riau ini.

Reza juga mencoba menganalisis penjelasan polisi bahwa kejadian penembakan oleh Bripka CS diwarnai dengan cekcok mulut.

Bagikan berita ini:
6
6
3
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar