Program Kampus Mengajar di Gaji Besar, Guru Honorer: Perhatikan Nasib Kami

Kamis, 25 Februari 2021 18:59

Ilustrasi tenaga honorer

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), meluncurkan program ‘Kampus Mengajar’ dengan merekrut belasan ribu mahasiswa untuk menjadi guru, utamanya di daerah 3T (Terdepan, Terluar Tertinggal).

Sekadar diketahui sebanyak 15.000 mahasiswa yang akan mengikuti program ini, mendapat bantuan biaya hidup Rp700 ribu per bulan dan uang kuliah tunggal (UKT) maksimal Rp2,4 juta.

Kebijakan ini heboh di kalangan guru honorer dan tenaga kependidikan honorer non kategori usia 35 tahun ke atas.

Ketua Guru Tenaga Kependidikan Honorer Non Kategori Usia 35 Ke atas (GTKHNK 35+) Provinsi Sulawesi-Selatan, Arman S Alamudi, mengatakan, program ini meningkatkan mutu calon guru dalam seleksi CPNS.

Hanya, Arman meminta Kemendikbud untuk memperhatikan tenaga kependidikan honorer yang sudah lama mengabdi.

“Gaji guru dan tenaga kependidikan honorer saja banyak yang Rp400 ribu ke bawah. Itu pun masih dipersulit dalam rekruitmen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), bagi yang sudah mengabdi sebagai tenaga honorer semua jenjang selama lima tahun bahkan 10 tahun ke atas,” jelas Arman, kepada fajar.co.id melalui via whatsapp, Kamis (25/2/2021).

Lebih lanjut Arman, pemerintah harus memperhatikan nasib guru dan tenaga kependidikan honorer demi mendapat kehidupan yang baik. Ditambah, program semacam ini sebenarnya sudah ada di universitas.

“Saya rasa program seperti ini, sudah ada di kampus-kampus, seperti halnya program SM3T yang mengabdikan juga di daerah 3T, serta program KKN terdapat program kerja mengajar, sehingga masih ada prioritas yang lebih penting, termasuk memperhatikaan kami sebagai guru dan tenaga kependidikan honorer yang sudah lama mengabdikan diri,” terang Arman.

Komentar