Teringat Kisah Jelang KLB Bali, I Gede Pasek Suardika: Saya Tidak Komentar soal Sumpah Beliau

Kamis, 25 Februari 2021 10:57

Mantan Ketua Komisi III DPR RI Gede Pasek Suardika (Juliadi/Radar Bali)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Janji Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY ,sebelum pelaksanaan Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat di Bali pada 2013 lalu kembali diungkit.

Kala itu, SBY berjanji jika terpilih menjadi Ketua Umum Partai Demokrat, maka dia akan merangkul semua faksi yang berseberangan di tubuh partai berlambang bintang mercy itu.

Akhirnya, SBY terpilih secara aklamasi dalam KLB di Bali.

Setelah terpilih, SBY kembali berjanji hanya akan menduduki jabatan Ketua Umum Demokrat selama dua tahun. Selanjutnya akan diserahkan kepada orang yang bukan keluarga SBY untuk memimpin Demokrat.

Kini, Partai Demokrat dipimpin oleh anaknya, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

SBY bersumpah akan menjadi benteng dan bhayangkara partai Demokrat untuk menghadapi siapa pun yang ingin merusak dan menghancurkan Partai Demokrat.

SBY tak rela anaknya, AHY dikudeta dari jabatan Ketua Umum Partai Demokrat.

Mantan petinggi Partai Demokrat, I Gede Pasek Suardika mengaku tidak ingin mengomentari sumpah SBY tersebut.

Pasek hanya mengingat janji SBY saat bertemu di Istana Negara sebelum KLB Bali.

“Saya tidak komentar soal SUMPAH Beliau…Hanya teringat sebuah kisah jelang KLB di Bali bertemu di Istana berdua, JANJI gabungkan semuanya jika terpilih jadi ketum,” kata Pasek, dikutip Pojoksatu.id dari akun Twitter pribadinya, @G_paseksuardika.

Mantan Ketua DPP Partai Demokrat ini tak menyangka setelah SBY terpilih menjadi Ketu Umum Demokrat, pendukung Anas Urbaningrum malah disapu bersih.

Komentar