Tidak Tersuplai Pupuk Subsidi, Petani: Hasil Panen akan Anjlok

Kamis, 25 Februari 2021 21:49

Sejumlah petani asal Kecamatan Sabbangparu mengadukan padinya yang tidak tersuplai pupuk subsidi di Gedung DPRD Wajo, Kamis, 25 Februari. (FOTO: IMAN SETIAWAN P/FAJAR)

FAJAR.CO.ID, SENGKANG — Sejumlah petani Kecamatan Sabbangparu mendatangi Gedung DPRD Wajo, Kamis (25/2/2021). Petani mengeluhkan hasil panen yang diprediksi akan anjlok karena tidak tersuplai pupuk subsidi.

Bendahara Kelompok Tani (Poktan) Binawang, Mursan mengaku, memiliki persawahan seluas 2 hektare. Padinya sudah berumur 2 bulan, namun sampai sekarang tidak pernah ditaburi pupuk.

“Saya sudah beberapa kali ke pengecer CV. Rahayu Hadiwiguna di Kelurahan Sompe, stok pupuknya habis. Kosong terus,” ujar Mursan.

Padahal, kata warga Desa Pallimae ini, jatah pupuk subsidi untuk Poktan Binawang pada musim tanam ini sebanyak 270 sak, terbagi dalam pupuk urea, ZA, dan NPK. Dari jatah itu, yang sudah diterima sebanyak 130 sak sehingga tersisa 140 sak.

“Padi kita sekarang berumur 2 bulan. Tetapi tidak pernah ditaburi pupuk. Sekarang kami mau minta sisanya (140 sak) tetapi stok di pengecer tidak ada,” tegas Mursan.

Menurutnya, pemberian pupuk tahap pertama idealnya saat padi berumur 20 hari, agar menghasilkan cabang pucuk yang banyak. Sedangkan tahap kedua, ketika padi telah berumur 40 hari untuk memperkuat batang.

Bagikan berita ini:
3
1
10
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar